Mohon tunggu...
Josh Nara
Josh Nara Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Politik featured

Mari Bermain Kuis BTP-1000, Benarkah Ada Penistaan?

8 November 2016   15:39 Diperbarui: 8 November 2016   16:50 3558
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Kalau kita analogikan rentetan kejadian ini sebagai sebuah pohon, maka demo 411, orasi ahnmad dhani, oknum perusuh, HMI ditangkap, Buni Yani salah transkrip, presiden sibuk bertamu keliling, presiden kabur, dan sebagainya hanyalah cabang dan ranting dari pohon tersebut.

Akarnya adalah ucapan pak basuki di Kepulauan Seribu yang menyinggung ayat Al Quran. Seandainya tidak ada kejadian di Kepulauan Seribu, tentu tidak akan ada Buni Yani yang membuat transkrip, tidak akan ada demo, tidak akan ada presiden kabur, dan kejadian lain yang merupakan cabang atau ranting tersebut. Untuk menyelesaikan kasus ini, baiknya kita memang fokus ke akar pohon, yaitu video ucapan pak Basuki tentang DIBOHONGI dan DIBODOHI. Fokus ke hal itu saja dulu, hal-hal lainnya dapat dibahas belakangan.

Putuskan dulu akarnya, maka cabang dan ranting tak akan berguna."

========================================

Tulisan di atas adalah komentar yang saya tulis pada beberapa artikel di kompasiana ini. Selama ini, kurang lebih sejak pilpres 2014, saya adalah pembaca pasif di kompasiana, yang setelah sekian lama berdiam diri dan hanya menjadi penikmat tulisan-tulisan warga kompasiana aktif, akhirnya memutuskan untuk mmencoba ikut berpartisipasi di sini sebagai penulis. Oleh karena itu, mohon komentar yang membangun dari teman-teman di sini. Semoga kita bisa menjadi penulis yang baik, santun dalam berargumen, dan menghindari kata-kata cacian, sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia yang terkenal dengan keluhuran budi dan akhlaknya.

Saya tertarik untuk membahas kasus Gubernur DKI Jakarta non aktif di Kepulauan Seribu. Mungkin sudah banyak yang membahas hal serupa, tetapi karena belakangan ini pembahasan begitu melebar (soal buni yani, demo, presiden kabur, teroris penyusup dan lain-lain) maka saya ingin membuat tulisan untuk mengajak teman-teman agar kembali ke akar masalah dari semua rentetan kejadian belakangan ini.

Pertama, mari kita sepakati nama kasus ini sebagai "BTP-1000", agar lebih mudah diingat. Dengan pemberian nama kasus tersebut, kita akan fokus pada peristiwa di Kepulauan Seribu, dengan tokoh utama Pak Basuki TP alias Ahok. Pak BTP, dengan pakaian dinas, memberi sambutan di hadapan warga dan stafnya, dimana salah satu ucapannya adalah, "Bapak Ibu gak bisa milih saya, iya kan dibohongin pakai surat almaidah 51 macem-macem itu. Itu hak Bapak Ibu, ya. Jadi bapak ibu gak bisa milih nih, karena takut masuk neraka, dibodohin gitu, gak papa".

Kedua, mari kita cari sesuatu yang jadi masalah, yaitu kata DIBOHONGIN dan DIBODOHI.

Ketiga, mari kita ermain "KUIS BENAR-SALAH BTP-1000". Saya akan menuliskan beberapa pertanyaan yang akan saya jawab sendiri dengan jawaban Benar (B) atau Salah (S). Bagi yang ingin memberikan jawaban berbeda dari pertanyaan yang saya tulis, silakan di kolom komentar.

1) Benar atau salah, ada terjemahan almaidah 51 tentang larangan kepada orang-orang beriman/muslim untuk memilih pemimpin non muslim?

Jawaban saya B.

Perdebatan ada di kata auliya. Walau belakangan banyak tafsir yang mengartikan auliya bukan sebagai pemimpin, tetapi benar adanya bahwa ada tafsir dan terjemahan yang mengartikan kata auliya sebagai pemimpin. Jadi jawaban saya adalah B.

2) Benar atau salah, ada pihak yang menyampaikan untuk jangan pilih BTP karena non muslim, sesuai almaidah 51.

Jawban saya adalah B.

Hal ini bisa dilihat di social media, bahwa ada pihak (lawan politik, ulama, ahli agama, dan lain-lain) yang menyampaikan hal tersebut.

3) Benar atau salah, orang yang menyampaikan almaidah 51 sebagai larangan memilih pemimpin non muslim melakukan pembohongan terhadap ummat Islam?

Jawaban saya adalah S.

Orang yang menyampaikan almaidah 51 sebagai larangan memilih pemimpin non muslim tidak berbohong. Karena sesuai KBBI, berbohong artinya menyampaikan sesuatu yang tidak benar. Seandainya saja, sekali lagi seandainya saja: saya adalah lawan politik basuki di pilkada, lalu saya katakan kepada ummat Islam, "jangan pilih basuki, lihat almaidah 51". Apakah kalimat itu suatu kebohongan? Tentu tidak. Karena itu adalah benar adanya di dalam surah Almaidah 51. Lihat arti kata 'bohong' di sini berdasarkan KBBI. http://kbbi.web.id/bohong. Jadi jawaban saya adalah S.

4) Benar atau salah, ucapan pak basuki pada kasus BTP-1000 ini, yaitu orang yang menyampaikan almaidah 51 sebagai larangan memilih dirinya membohongi umat Islam?

Jawaban saya S.

Ucapan pak basuki tentu salah, karena beliau mengatakan orang yang menyampaikan almaidah 51 adalah pembohong. Mari kita lihat dari sisi bahasa sederhana ucapan ahok tersebut.

Pembohong = orang yang mengatakan kebohongan

orang yang menyampaikan almaidah 51 disebut ahok sebagai pembohong

orang yang menyampaikan almaidah 51 = orang yang mengatakan kebohongan

kesimpulan ucapan ahok adalah:

almaidah 51 = kebohongan

Kesimpulan yang salah, sehingga jawaban saya adalah S.

5) Benar atau salah, ucapan pak ahok menista Al Quran?

Hal ini tidak perlu saya jawab di sini. Karena pembaca sekalian pasti mengetahui jawaban saya.

Silakan berpendapat, selamat menjawab kuis BTP-1000.

Semoga jawaban anda mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT.

Wassalam.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun