Mohon tunggu...
Jolikur
Jolikur Mohon Tunggu... -

'91, Pecinta buku yang suka pergi ke Jepang

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Misteri Koin 55 Yen

15 Oktober 2018   14:08 Diperbarui: 15 Oktober 2018   15:55 463
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
50 yen dan 5 yen | dokpri

Di postingan sebelumnya, saya sedikit bercerita mengenai kunjungan saya ke Kuil Meiji di Tokyo saat pertama kali datang ke Jepang.

Kuil meiji yang berada di tengah hutan kota di daerah Harajuku Shibuya ini merupakan kuil yang sangat terkenal dikalangan wisatawan maupun warga lokal. Partner saya bilang kalau hampir setiap hari ada saja pasangan yang melaksanakan pernikahan dengan adat agama Shinto di kuil ini.

Setelah berkeliling dan jajan omikuji 100 yen dan papan Ema 500 yen. Saya bilang ke partner jalan saya kalau saya mau titip doa. Hasil nonton kartun, baca buku dan gugling sana-sini, biasanya ketika orang berdoa di Kuil, mereka akan lempar uang koin sebelum berdoa dan memohon sesuatu kepada Kami-sama. Jadilah saya keluarkan dompet dan cari-cari uang koin 5 yen. Kenapa 5 yen?

Dari salah satu tulisan yang pernah saya baca, ketika akan berdoa di Kuil sebaiknya masukan uang 5 yen kedalam kotak. 5 yen dalam Bahasa jepang dibaca "goen","go" berarti lima dan "en" perlafalan dari yen. Selain berarti 5 yen, Goen ini juga bisa diartikan sebagai ikatan atau hubungan. Mereka yang berdoa sambil memberikan uang 5 yen berharap mempunyai ikatan atau hubungan baik dengan Tuhan mereka sehingga dimudahkan segala harapan dan keinginannya.

Kalau di kartun anak-anak, biasanya mereka melempar uang 1 yen, karena uang jajan anak-anak di kartun 90an belum sebanyak anak-anak sekarang. 1 yen sekarang kurang lebih sama dengan Rp.130.

Kembali ke saya yang sedang mencari-cari koin 5 yen, karena saya tidak kunjung menemukan koin yang benar akhirnya partner saya berinisiatif membantu mengorek kedasar dompet dan mengambil 2 buah koin.

"Fifty five, these coins has a hole in the middle" kata partner saya sambil ngeloyor jalan sendirian menuju kuil utama.

Eh, apa tadi dia bilang? Fifty? Gak salah nih, bukannya lima ya? Kok jadi lima puluh lima?

Setelah selesai doa, parter saya langsung ngajak buru-buru pergi karena gerimis. Saya yang tadinya penasaran akhirnya lupa untuk tanya kenapa dia ambil koin 55 bukannya 5 yen.

Sampai pulang ke Jakarta saya baru ingat, tapi tidak ada kesempatan untuk tanya. Akhirnya saya cari-cari info sendiri.

Usut punya usut ternyata 55 yen bisa juga dibaca "itsudemo goen" yang berarti hubungan baik setiap saat.

Sejak saat itu kalau sedang main di Jepang dan dapat uang kembalian. Koin lima puluh dan lima yen langsung saya pisahkan dengan koin-koin yang lain. Karena walaupun sudah tiga kali ke Jepang, saya masih belum bisa mencari koin-koin berlubang itu dari kerumunan koin-koin lain yang bermukim di dompet saya. Daripada saya kena manyun karena lelet cari koin untuk titip doa di Kuil, lebih baik antisipasi kan : )

*Kami-sama = Tuhan dalam ajaran agama Shinto

*Koin 50 dan 5 yen punya lubang di tengah-tengah

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun