Contoh 1
Sarapan: Telur rebus dan alpukat di atas roti soba.
Makan siang: Salad quinoa dengan kenari.
Makan malam: Ikan trout panggang, butternut squash, brokoli kukus, dan minyak zaitun.
Camilan: Blueberry dengan yogurt kelapa, kayu manis dan kacang Brazil cincang.
Contoh 2
Sarapan: Kopi, granola dengan pisang, madu, dan susu rendah lemak.
Makan siang: Sandwich dan keripik kentang, smoothie mangga.
Makan malam: Pasta dengan saus tomat dan keju.
Camilan: Kopi, kek beras coklat.
Memanfaatkan Kekuatan Makanan Alami
Menambahkan rempah dan bumbu, khususnya fenugreek, kayu manis dan kunyit, untuk makanan bisa membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Cuka sari apel juga efektif untuk mencegah lonjakan gula darah setelah makan dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Satu kajian menunjukkan bahwa 20 ml (sekitar 4 sendok teh) cuka sari apel sebelum makan makanan yang kaya karbohidrat meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 34 persen.
Singkirkan Kafein
Terlalu banyak kafein bisa menyebabkan kadar gula darah tidak seimbang. Kopi pagi Anda mungkin tidak bekerja untuk Anda jika Anda mendapati diri Anda penuh semangat selama satu menit dan gemetar, lapar, dan mudah tersinggung pada menit berikutnya.
Jika Anda telah memperhatikan salah satu gejala yang disebutkan, cobalah 2 minggu tanpa kafein dan bandingkan apa yang Anda rasakan setelah itu.
Kepustakaan
1. Davy, Anoushka, The Anti-inflammatory Plan, 1st Ed., Welbeck Publishing Group Limited, UK, 2021, hlm. 59-61.
2. Diary Johan Japardi.
3. Berbagai sumber daring.
Jonggol, 3 September 2021
Johan Japardi
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H