Meskipun ada 2 isotop Teknesium yang memiliki waktu paruh lebih dari 1 juta tahun, namun setiap Teknesium yang dibuat di dalam bintang dan supernova yang memunculkan tata surya miliaran tahun yang lalu juga telah lama meluruh.
Maka, tidak mengherankan jika Teknesium merupakan salah satu unsur yang belum teridentifikasi ketika Dmitri Mendeleev menyusun tabel periodik unsur-unsur kimia pada 1869, lihat artikel saya: Invensi Tabel Periodik.
Namun, Mendeleev menyisihkan celah dalam di bawah Mangan dan mengusulkan keberadaan unsur yang dia sebut Ekamanganese (di bawah Mangan), dan dengan tepat memprediksi banyak sifatnya.
Unsur itu salah diidentifikasi berkali-kali dalam beberapa dekade berikutnya. Akhirnya, pada 1937, Teknesium ditemukan oleh ahli mineralogi Italia Carlo Perrier dan fisikawan Amerika-Italia Emilio Segre, setelah membuat Teknesium secara artifisial dalam akselerator partikel awal.
Di dalam akselerator itu, foil Molibdenum dibombardir dengan deuteron (sejenis partikel yang terdiri dari 1 proton dan 1 netron). Molibdenum memiliki 1 proton lebih sedikit dalam nukleusnya daripada Teknesium, dan proton tambahan mengubah Molibdenum menjadi Teknesium.
Ratusan kilogram Teknesium diproduksi secara artifisial setiap tahun, semuanya bersifat radioaktif, dan sebagian besar sebagai produk limbah reaktor nuklir. Dalam bentuk elemen massalnya, Teknesium adalah logam abu-abu mengkilap seperti kebanyakan unsur  blok-d lainnya.
Pemindaian tubuh ini dibuat menggunakan efek radioaktif Teknesium.
Teknesium adalah unsur radioaktif paling ringan yang digunakan secara luas dalam pencitraan medis. Â Teknesium disuntikkan ke tubuh pasien, di mana ia memancarkan radiasi untuk sementara waktu. Beberapa mesin menggunakan radiasi ini untuk menunjukkan tulang dengan jelas.
Satu isotop yang relatif stabil, Teknesium-99, memiliki waktu paruh 211.000 tahun dan meluruh dengan peluruhan beta. Teknesium-99 tereksitasi dan metastabil, yang disebut Teknesium-99m, digunakan dalam pengobatan sebagai pelacak radioaktif yang disuntikkan ke dalam aliran darah pasien. Nukleus yang teriksitasi itu kehilangan energi secara spontan, dengan waktu paruh sekitar 6 jam, dan masing-masing memancarkan foton dari radiasi gamma. Radiasi gamma tersebut dideteksi dan digunakan untuk menghasilkan citra aliran darah, fungsi organ atau area kanker. Â
Kepustakaan:
1. How It Works - Book of the Elements, ed. 5, Imagine Publishing Ltd., United Kingdom, 2016.
2. Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, Dorling Kindersley Limited (Penguin Random House), Great Britain, 2017.
3. Diary Johan Japardi.
4. Berbagai sumber daring.