Mohon tunggu...
Johan Japardi
Johan Japardi Mohon Tunggu... Penerjemah - Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Lulus S1 Farmasi FMIPA USU 1994, Apoteker USU 1995, sudah menerbitkan 3 buku terjemahan (semuanya via Gramedia): Power of Positive Doing, Road to a Happier Marriage, dan Mitos dan Legenda China.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Nikel dalam Ornamen dan Penggunaan Lainnya

12 Juli 2021   03:54 Diperbarui: 12 Juli 2021   06:45 837
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berbagai penggunaan Nikel. Sumber: buku Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, hlm. 67.

Golongan 10 dari tabel periodik meliputi logam transisi Nikel, Paladium, Platinum, dan Darmstadtium. Karena tidak stabil, radioaktif dan memiliki nomor atom lebih tinggi dari Uranium, maka Darmstadtium juga termasuk unsur Transuranium.

Tabel periodik unsur-unsur kimia, diadaptasi dari buku: Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia.
Tabel periodik unsur-unsur kimia, diadaptasi dari buku: Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia.
Nikel memiliki nomor atom 28. Nama Nikel berasal dari si Tua Nick (Old Nick), roh jahat yang dalam mitologi Jerman dipercayai hidup di bawah tanah. Pada abad ke-18, para penambang di Kota Schneeberg di Jerman mengira bahwa bijih tembaga adalah mineral Nikel yang beracun, yang sekarang dikenal sebagai Nickeline. Nikel juga ditemukan dalam bijih lain, seperti Garnierit dan Pentlandit.

Ketika pada 1751, ahli mineral Swedia Axel Cronstedt melarutkan Kupfernickel dalam asam, diperoleh larutan hijau mirip larutan tembaga dalam asam. Namun, jika besi ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung tembaga, maka tembaga akan mengendap dan jika besi ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung Nikel, pengendapan tidak terjadi. Cronstedt menyadari bahwa dalam larutan tersebut terdapat unsur yang tidak diketahui, dan berhasil mengekstraksi logam berwarna keputihan, yang dia disebut Kupfernickel, atau Nikel saja.

Sebelum 1775, ketika kimiawan Swedia Torbern Bergman, mengekstraksi sampel Nikel yang lebih murni, sebagian besar ilmuwan percaya bahwa Nikel adalah campuran dari beberapa logam yang sudah dikenal.

Nikel adalah salah satu logam yang paling berguna, dengan sejumlah penggunaan. Karena nikel murni tidak berkarat, nikel digunakan untuk melapisi benda agar terlihat seperti perak, trik yang masih digunakan untuk membuat benda ornamental yang murah.

Nikel juga dicampur dengan tembaga untuk membuat paduan yang disebut Cupronickel (bahasa Jerman: Kupfernickel, lihat di atas), yang digunakan sebagai pelapis pada baling-baling dan bagian logam lainnya dari kapal, karena paduan ini tidak menimbulkan korosi dalam air laut.

Paduan yang sama digunakan di sebagian besar koin berwarna perak. Yang paling terkenal adalah koin AS senilai 25 sen yang terbuat dari paduan Cupronickel yang terdiri dari 75 persen tembaga dan 25 persen Nikel yang sampai sekarang masih menggunakan nama "Nikel."

Uang AS senilai 50 sen juga terbuat dari paduan Cupronickel, tetapi dengan proporsi nikel yang lebih kecil (hanya 8,3 per sen).

Beberapa negara lain memiliki koin yang terbuat dari paduan Cupronickel juga, dan beberapa negara bahkan memiliki koin yang terbuat dari nikel yang hampir murni.

Paduan Cupronickel lainnya ditemukan, misalnya dalam sistem pengereman dan pendinginan kendaraan, lambung kapal dan baling-baling, dan kaki platform pengeboran minyak.

Penambahan seng ke dalam campuran tembaga dan Nikel menghasilkan paduan yang disebut Nikel perak, yang, terlepas dari namanya, tidak mengandung perak. Paduan tahan korosi ini digunakan untuk membuat ritsleting dan perhiasan murah. Paduan ini juga biasa digunakan untuk membuat instrumen musik, misalnya saksofon dan terompet, simbal, dan fret gitar yang biasanya berwarna perak nikel.

Nikel yang digunakan dalam senar gitar listrik biasanya adalah Nikel yang ditambahkan ke Krom untuk membuat paduan yang disebut Nichrome.

Kawat yang terbuat dari paduan ini menghantarkan panas dengan sangat baik, sehingga cocok juga digunakan dalam pemanggang roti.

Sebagai yang kawat yang kuat, kaku tapi fleksibel, perak nikel tereknal di kalangan pembuat model dan pengrajin perhiasan, dan karena ketahanannya terhadap korosi, kawat perak nikel halus digunakan sebagai jangkar bulu sikat gigi dan kuas cat.

Elektroplating perak nikel dengan lapisan tipis perak menghasilkan bahan yang disebut perak nikel terelektroplasi (electroplated nickel silver/EPNS) yang terlihat seperti perak murni. Sekitar akhir abad ke-19, EPNS populer untuk membuat peralatan makan.

Kemudian EPNSdigantikan oleh baja tahan karat, tetapi masih populer untuk membuat barang-barang piring perak dekoratif.

Baru-baru ini, barang-barang dari logam dan bahkan plastik yang memerlukan perlindungan dari korosi atau hanya kilau dekoratif bisa menggunakan lapisan Nikel atau paduan Nikel tanpa menggunakan listrik, tetapi dengan reaksi kimia yang dikontrol dengan cermat. Proses ini, yang disebut pelapisan nikel tanpa listrik, biasanya digunakan untuk melapisi furnitur pintu, peralatan dapur, dan perlengkapan kamar mandi.

Meskipun penggunaan utama Nikel adalah logam itu sendiri, dalam paduan atau keadaan murninya, beberapa senyawa nikel juga memiliki penggunaan penting. Yang paling menonjol adalah penggunaan dalam sel yang bisa diisi ulang (dan "baterai" sel). Sel Nikel-Kadmium (NiCad) awalnya ditemukan pada 1899 dan menjadi sangat populer dengan munculnya dawai elektronik konsumen.

Dengan kapasitas yang lebih besar untuk menyimpan energi listrik, dan tanpa admium yang beracun, sel (atau baterai) hidrida logam Nikel (Nickel Metal Hydride/NiMH) telah mengambil alih penggunaan NiCad sebagai baterai isi ulang paling populer untuk elektronik portabel dan sebagian besar penggunaan lainnya. Kedua jenis sel ini mengandung senyawa Nikel(III) oksida hidroksida (NiO(OH)).

Kepustakaan:
1. How It Works - Book of the Elements, ed. 5, Imagine Publishing Ltd., United Kingdom, 2016.
2. Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, Dorling Kindersley Limited (Penguin Random House), Great Britain, 2017.
3. Diary Johan Japardi.
4. Berbagai sumber daring.

Jonggol, 12 Juli 2021

Johan Japardi

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun