Salam hangat Kompasiana dimana saja berada...
Seharian kemarin ketika melihat berita beberapa stasiun swasta nasional, saya jadi bingung sendiri dan nggak habis pikir karena secara tiba-tiba MUI melarang demo pada tanggal 2 Desember. Dan saya lebih plonga plongo lagi ketika Fahri bilang kalau siap pasang badan kalau ada yang mau makar !. Kenapa beberapa hari ini semua pada pro Jokowi ya ? untuk itu mari kita analisa sesuai pakar politik bawah sadar yang pasti yahuud.
Ada apa dengan MUI ?
MUI melarang dengan tegas demo 2 Desember 2016, bahkan sampai melarang memakai atribut MUI segala !
Sehubungan dengan demo 2 desember 2016 yang antara lain akan dilakukan oleh GNPF MUI, MUI menganggap perlu menjelaskan pada masyarakat bahwa GNPF MUI bukanlah bagian dari dewan pimpinan MUI. Untuk itu jika masih ada masyarakat atau kelompok atau golongan yang masih melakukan demo pada tanggal 2 Desember 2016, hal itu hendaknya tidak memakai atribut atau logo mui kata Wasekjen MUI yaitu Sholahudin Al Ayubi.
Dari sini pasti kita semua bertanya-tanya, ada apa dengan MUI ? mari kita perhatikan siapa petinggi MUI yang berbicara di depan media dulu ketika di ILC jelas-jelas ketua MUI melarang untuk datang tetapi Zainut Tauhid hadir dari PPP yang jelas mengusung Agus-Sylviana dan menyebabkan waktu itu situasi semakin memanas dan akhirnya terjadi demo besar tanggal 411 tersebut. Seperti di banyak organisasi yang lain pasti juga banyak faksi di internal MUI sendiri dan kelihatannya setelah Jokowi menyambangi MUI dan juga Kapolri, MUI sebagian besar pengurusnya mulai melunak. Apalagi pemerintah saat ini baru membentuk BPJPH (Badan Penjamin Produk Halal) dan badan ini langsung di bawah menteri Agama, sedangkan MUI hanya sebuah organisasi keagamaan saja sehingga mudah sekali pemerintah untuk menyingkirkannya, karena BPJPH akan menerbitkan dan bisa juga mencabut sertifikasi halal pada sebuah produk.
Maka kalau MUI masih ikut serta melegalkan lambang ataupun logo bersama dengan FPI untuk melakukan demo, maka MUI akan di sejajarkan dengan FPI oleh masyarakat dan MUI akan kehilangan citra baik dimasyarakat dan pemerintah akan memberi cap organisasi pendukung makar oleh pemerintah dalam hal ini kepolisian RI. Ketika MUI masih saja memaksakan diri untuk ikut mengoyang pemerintah yang sah maka harga tawar di pemerintahan akan sangat rendah, bisa-bisa MUI akan gulung tikar karena sertifikasi halal akan dikuasai oleh pemerintah dan MUI kemungkinan besar akan ditinggalkan.
Ada apa dengan Fahri ?
Ketika pada demo 411 jelas-jelas Fahri berorasi di hadapan demontran bahwa menjatuhkan pemerintahan yang sah ada dua cara yaitu parlemen jalanan dan parlemen ruangan.
"Jadi hukum harus di tengakkan seadil adilnya tanpa ada intervensi dari penguasa (Jokowi) kalau tidak parlemen ruangan akan mengalang mosi tidak percaya atau parlemen jalanan akan memaksa presiden untuk mundur"
Selain itu juga Fahri akan mengijinkan pendemo untuk masuk kedalam gedung DPR/MPR jika Jokowi tidak mau menemui pendemo, artinya Fahri ingin pendemo untuk menguasai DPR/MPR dan memaksa presiden Jokowi lengser.
Tapi aneh kemarin Fahri bilang akan memasang badan kalau ada yang mau makar, kalau ada yang memaksa makar untuk menjatuhkan pak Jokowi, saya akan membela dengan terbuka.Menurut pakar politik bawah sadar, menurut pengalaman ada 2 kemungkinan yang terjadi pada diri (pemikiran Fahri)
Pertama Fahri ingin menyelamatkan dirinya sendiri dari kursi wakil DPR, karena sudah santer terdengar kabar kalau ketua DPR mau di ganti Setya Novanto dan saat ini kepalanya Setya Novanto sudah Jokowi pegang, sehingga kemungkinan Fahri di depak dari kursi ketua wakil DPR terbuka sangat lebar.
Kedua Fahri akan memasang jebakan batman pada Jokowi dengan meyakinkan pada masyarakat bahwa tidak ada sedikitpun pemikiran untuk makar, supaya aksi 212 akan mendapat izin dari Kapolri dan kalau tidak Fahri akan memperlihatkan pada masyarakat bahwa pemerintah menghambat masyarakatnya untuk menyampaikan aspirasinya.
Setelah mendapat izin dari Kapolri maka Fahri akan berusaha lebih keras lagi untuk berusaha membawa massa pendemo untuk menguasai DPR/MPR dan akan mengancam pemerintahan Jokowi dan berusaha untuk melengserkannya.
Itulah politik yang harus kita bersama-sama pahami, kita yang cerdas pasti sudah paham apa yang dimaui oleh para pemecah belah bangsa ini, karena orang-orang ini memang tidak suka kalau bangsanya sendiri menjadi maju dan sejahtera tetapi malah selalu membuat isu di masyarakat biar nantinya masyarakat tidak percaya pada pemerintah yang sah.
Yang paling akhir kita harus semakin paham bahwa NKRI, Pancasila dan UUD'45 merupakan landasan yang harus kita jaga bersama bahwa eman sekali kalau dari sabang sampai merauke akan hilang karena Bhinneka Tunggal Ika tak bisa jaya lagi. Jayalah NKRI sampai selama-lamanya !
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H