Mohon tunggu...
Joko Martono
Joko Martono Mohon Tunggu... Penulis - penulis lepas

belajar memahami hidup dan kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Interkoneksi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Nusantara-1 Jateng dan DIY

16 Juli 2017   13:27 Diperbarui: 1 Agustus 2017   06:37 6831
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dini hari, 13 Juli 2017 seputaran pukul 04.00 wib mata terasa lelah karena semalaman menggauli dunia online (baca: internet) untuk mencari informasi aktual-bermanfaat dan untuk menambah pengetahuan pastinya. Daripada memelototi layar komputer terus (kornea mata bisa rusak: kata dokter), kuhidupkan sarana komunikasi lain sambil minum kopi panas biar tambah semangat.

Sebagai breaker pemula, yang juga menjadi anggota RAPI (JZ12FJK) klik di frekuensi 143.550 MHz dan Frekuensi 142.470 sudah menjadi kebiasaan "wajib dengar" untuk mencari berita atau informasi aktual/terkini, terutama yang belum dimuat di mainstream media.

Walaupun pagi itu di frekuensi 143.550 MHz  tak didapat informasi terkini dan urgent, namun suara sayup terdengar (JZ13OVB -- mbak Galuh, Bojonegoro) sedang berbincang dengan rekan yang sedang mobiling (stasiun bergerak -- pengguna frekuensi) menuju Purworejo. Disusul masuknya JZ12IKC yang juga sedang mobiling memasuki wilayah Kulon Progo dari Jakarta menuju Gunungkidul via jalan Deandles. Pembicaraan terus berlangsung  kemudian masuk  JZ12OCD (Sleman) JZ12HSK (Kulon Progo) ikut mengisi frekuensi sehingga antar-breaker saling berbagi informasi.

Berhubung frekuensi sedang dimanfaatkan, kualihkan untuk pindah kanal ke 142.470 MHz... dan ternyata isi siarannya persis/sama seperti di kanal 143.550 MHz. Lebih gayeng lagi setelah subuh berlangsung, masuknya JZ12JGG (mbah Dul - Godean), menjadikan suasana "frekuensi bersama" bak gayung bersambut antar-breaker dan bergantian berbagi meskipun hanya berucap salam ....

Secuplik gambaran seperti dipaparkan di atas menunjukkan saat itu sedang berlangsung interkoneksi dan sekaligus sebagai suatu fenomena komunikasi radio antarpenduduk yang cukup menarik untuk diamati perkembangannya.

Ini merupakan kali kedua menurut cermatan, bahwa organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah bersinergi dalam penyelenggaraan komunikasi. RAPI Daerah 11 yaitu Nusantara-1 Jateng dan RAPI Daerah 12 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak beberapa hari melangsungkan uji coba interkoneksi (menurut JZ12QL -- Sulaiman Suseno) sehingga antaranggota RAPI di dua provinsi (Jateng dan DIY) bisa semakin memperluas jaringan komunikasi dalam menggunakan frekuensi untuk menunjang (to support) kegiatan sosial, kemanusiaan, atau penyampaian berita marabahaya, bencana alam, pencarian dan pertolongan (SAR).

Kali pertama menurut catatan, sukses telah diraih ketika RAPI Nusantara-1 Jateng dan RAPI DIY melangsungkan interkoneksi dalam rangka Bantuan Komunikasi (Bankom) Lebaran 2017 (Idul Fitri 1438 H) di penghujung bulan Juni lalu. Terutama hilir mudik arus kendaraan dan suasana lalulintas jalan serta peristiwa penting yang terijadi di provinsi Jateng dan DIY selalu terpantau dan dikomunikasikan selama 24 jam. Bantuan komunikasi berupa petunjuk/arah jalan bagi mereka yang sedang mobiling mendapatkan prioritas  dan bisa berkomunikasi -- untuk bertanya -- kemudian dijawab oleh rekan-rekan anggota RAPI di Pos Pantauan Lebaran (Satgas RAPI) setempat, atau rekan lain yang lebih mengetahui kondisi real di lapangan, sehingga informasi aktual dan bermanfaat dapat dipetik. Inilah kontribusi nyata, bagian dari tanggung jawab anggota RAPI untuk membantu pemerintah dalam hal menerima dan menyalurkan berita-berita sosial kemanusiaan atau sejenisnya.

Interkoneksi dan Kesadaran Bersama

Interkoneksi dalam konteks ini sebagai langkah baru, berarti pula memulai babak baru yang disertai budaya baru dalam berkomunikasi dan berinteraksi bagi para pengguna Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP).

Banyak nilai tambah yang bisa dipetik atas berlangsungnya interkoneksi antardaerah dalam mejalin komunikasi, sinergitas dalam rangka memperluas jaringan komunikasi radio akan  menambah jangkauan area, menambah kesempatan untuk berbagi informasi sehingga dua wilayah (Jateng dan DIY) ter-cover  dalam kanal frekuensi terpadu antarorganisasi maupun antarpengguna KRAP.

Perlu diketahui, kelebihan medium radio dibanding media lain terletak pada aktualitas beritanya, secara langsung dapat menyampaikan informasi (peristiwa/kejadian), mampu menjangkau pendengar tanpa mengenal jarak atau rintangan, pendengarnya bisa menerima informasi sambil beraktivitas/bekerja.

Apalagi, mengingat anggota RAPI tersebar luas hingga pelosok perdesaan di Jateng dan DIY -- maka manakala terjadi peristiwa urgent (misalnya: kebencanaan, atau sejenisnya) maka informasi awal tanggap darurat bisa segera disebarluaskan melalui frekuensi untuk ditindaklanjuti.

Alokasi frekuensi RAPI sebagai ruang publik (public sphere) tentunya layak dipergunakan untuk kesejahteraan bersama. Dalam kancah ilmu komunikasi, penggunaan isi media untuk pemenuhan (gratification) atas kebutuhan khalayaknya. Itu sebabnya, dalam menggunakan frekuensi terpadu (interkoneksi) selayaknya lebih mengutamakan informasi yang sesuai dengan kepentingan atau persoalan umum. Dalam perkataan lain, frekuensi bukanlah sebagai ajang curahan hati (curhat), ngobrol ngrumpi dan selfi/unjuk diri belaka. Meminjam istilah JZ12OLA (mbah Tembo) ada benarnya bahwa anggota RAPI = relawan = tidak butuh kondang, tetapi yang terpenting adalah tumandang.

Celakanya, mengingat luasnya jangkauan dan semakin banyaknya warga yang menjadi anggota RAPI serta simpatisan (tanpa melalui rekrutmen yang selektif) -- bukan tidak mungkin frekuensi terpadu (interkoneksi) akan terjadi lonjakan trafik dan cenderung krodit. Belum lagi penyakit lama kambuh yaitu munculnya jamming station sehingga interkoneksi mengalami gangguan/hambatan.   

Sekali lagi perlu dipahami, pada lazimnya perkembangan dalam hal ini uji coba interkoneksi memerlukan peningkatan infrastruktur, sekaligus memerlukan perubahan sikap/perilaku dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berbagi informasi. Ini logis karena jangan sampai terjadi gagal paham dalam memaknai keberadaan organisasi RAPI sesuai perkembangan dan peruntukannya.

Eforia atas nama kebebasan dan pola pikir "semau gue'  (yang tidak bertanggung jawab) sudah saatnya ditinggalkan. Interkoneksi dalam penggunaan frekuensi perlu keseragaman paradigma (bukan hanya keseragaman baju, topi, kaus, rompi atau atribut lainnya) sehingga kita dapat bersama melangkah menggapai visi yaitu Menjadi Organisasi RAPI Yang Berkualitas Sebagai Aset Nasional.

Bagaimanapun juga, uji coba interkoneksi antara organisasi RAPI Nusantara-1 Jateng dan RAPI Daerah 12 DIY perlu disambut, diapresiasi dan ditumbuh kembangkan. Itu semua memerlukan kesadaran bersama dalam memikirkan dan memanfaatkan frekuensi. Harapannya ke depan, kita minimalisir ganggugan atau hambatannya, kita optimalkan dampak-dampak positifnya. Semoga.

 

Bahan Bacaan:

Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi (Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat). Prenada Media Group. Jakarta.

Martono, Joko. 2013. Gempa Tektonik 2006 dan Siaran Radio(Siaran Radio Sonora FM Yogyakarta Menepis Isu Tsunami). Tiara Wacana. Yogyakarta.

Saydam, Gouzali. 2005. Teknologi Telekomunikasi, Perkembangan dan Aplikasi. Penerbit CV. Alfabeta. Bandung.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 3 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 34/Per/M.Kominfo/08/2009 tentang Penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk.

AD_ART_RAPI_2016_BARU.pdf.

_____Buku Panduan/Pedoman dalam mengikuti Bimbingan Organisasi RAPI Kulonprogo 27 Maret 2016, Bimbingan Organisasi RAPI Bantul 31 Juli 2016, dan Bimbingan Organissi RAPI Kota Yogyakarta 18 Desember 2016.

_____Tanya jawab singkat dengan Ketua RAPI Daerah 12 DIY (JZ12QL), Sulaiman Suseno via Frekuensi Interkoneksi RAPI Nusantara-1 Jateng dan DIY, tanggal 13/7/2017, diakses pukul 09.45 WIB.

JM (16-7-2017).

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun