Ernando Ari sendiri berhasil mencetak angka penalti sehingga posisi sama kuat 9-9. Sedangkan tendangan penalti yang menentukan kemenangan Garuda Muda adalah tendangan kedua Pratama Arhan, sehingga skor 11-10. Maka kubu Indonesia, dan sekitar 5.000 penonton warga Indonesia dari Qatar, Emirat dan juga dari Indonesia, bersorak menyambut kemenangan Indonesia.
Partai perempat final Korea vs Indonesia diakhiri dengan adu penalti lantaran sesudah perpanjangan waktu 2 x 15 menit setelah posisi sama kuat, 2-2. Pada adegan adu penalti pun berlangsung sangat dramatis "sampai titik derah terakhir".
Gagal ke Olimpiade Paris
Kekalahan lawan Indonesia di perempat final Piala AFC U-23 ini sekaligus juga menutup peluang Korea Selatan lolos ke sepak bola Olimpiade 2024 Paris Juni-Juli mendatang. Sebab, tiga besar semifinalis AFC U23 di Qatar kali ini, otomatis lolos menempati tiga wakil Asia di Olimpiade Paris. Sementara satu semifinalis peringkat empat, Â masih bisa lolos akan tetapi harus menang di pertandingan play off melawan Guinea, juara Confederasi Afrika.
Bisa dibayangkan betapa kecewanya pendukung sepak bola Korea Selatan, lantaran sejak Olimpiade 1992 Barcelona sampai Olimpiade 2022 (dipertandingkan di tahun 2023 lantaran dunia dilanda wabah Covid) Korea selalu lolos ke Olimpiade. Delapan kali timnas Korea selalu lolos Olimpiade.
Bahkan dua kali Korea meraih medali perunggu di Olimpiade 2002 Busan Korea, serta Olimpiade 2010 Guangzhou China.
Maka pertarungan perempat final Korea lawan Indonesia di AFC U23 2024 ini ibarat sebuah drama Korea di lapangan hijau. Lantaran, kedua pelatih timnya sama-sama Korea juga. Indonesia dilatih Shin Tae-Yong, Korea oleh Hwang Sun-Hong sahabat Shin Tae-Yong... *
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI