Mohon tunggu...
Jihan Mawaddah
Jihan Mawaddah Mohon Tunggu... Penulis - Knowledge seeker

Halo, saya Jihan. Lifestyle blogger yang sedang belajar banyak hal. Yuk saling bertukar pengalaman lewat tulisan. Baca tulisan saya lainnya di www.jeyjingga.com

Selanjutnya

Tutup

Book Pilihan

Setiap Hari Stoik - Kejamlah terhadap Hal-Hal yang Tak Penting

30 Januari 2024   23:04 Diperbarui: 30 Januari 2024   23:07 641
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Koleksi Pribadi edited with Canva

Jadi ceritanya saya punya sahabat yang selalu ribet sendiri dengan isi kepalanya. Iya, isinya adalah kekhawatiran, kecemasan, dan mungkin ketakutan akan suatu hal yang belum tentu terjadi atau belum tentu dipikirkan oleh orang lain. Dia ini orangnya ngga enakan banget. Apa-apa dipikir, hal sesepele mau upload foto di story yang temannya terbatas misalnya.

Padahal memang itulah fungsi story kan? Asal kita tidak membagikan hal-hal yang bertentangan dengan hukum maupun norma, kenapa harus pusing memikirkan apa nanti kata orang?

Kami kadang kesal karena sikapnya yang super duper ngga enakan itu kadang membuatnya berada di situasi yang sulit. Tapi akhirnya kesulitan itu dipilih juga, ketimbang harus berterus terang pada orang lain dan berani untuk mengatakan "tidak". Hatinya baik memang, tidak ingin mengecewakan orang lain, tidak ingin melukai orang lain, tapi kami khawatir jika terus menerus seperi itu ambang batasnya terhadap suatu permasalahan bisa membawanya pada sakit mental. 

Untuk itulah tulisan ini hadir, semoga sahabat saya itu membacanya, dan mau mulai belajar untuk mengatakan "tidak" pada hal-hal yang tak penting dan bukan menjadi prioritasnya. 

Belajar Berkata Tidak Pada Hal-Hal yang Tak Penting

Setiap orang pasti punya tujuan hidup dan pasti memiliki kepentingan masing-masing untuk menggapai tujuannya itu. Begitu juga dengan dirimu, wahai sahabat yang merasa semua urusan adalah penting dan tak bisa mengatakan "tidak".

Saya jadi ingat dengan perkataan Coach Aji, seseorang yang mengajarkan saya tentang arti sebuah produktivitas. 

Jika semua dianggap penting, maka tidak ada yang benar-benar penting. Jika benar-benar penting, pasti dilakukan.

Jika tidak kunjung dilakukan, jangan-jangan sebenarnya tidak benar-benar penting?

Sejalan dengan apa yang saya kutip dari Buku Setiap Hari Stoik, di hari ketiga bulan Januari ada sebuah pesan yang mengatakan bahwa :

Berapa banyak orang telah membuang sampah ke dalam hidupmu ketika dirimu tidak menyadari apa saja yang hilang darimu, berapa banyak waktu yang terbuang - seberapa sedikit milikmu yang tersisa untukmu. Kelak kamu akan menyadari, bahwa dirimu sekarat sebelum waktunya. (Seneca on the Brevity of Life)

Ya, bahkan para filsuf terdahulu juga mengakui bahwa hal tersulit yang dilakukan di dunia ini adalah berkata "tidak". Terhadap undangan, permohonan, kewajiban, terhadap banyak hal yang datang dan dilakukan oleh orang-orang lain.

Bahkan lebih sulit lagi berkata tidak terhadap emosi-emosi yang menguras waktu. Tak satupun dari berbagai dorongan ini yang terasa sebagai hal penting jika kita tahu formula Bodo Amat, tapi begitu kita membiarkannya terjadi dan tak terkendali, semua itu menjadi komitmen sebagaimana hal lainnya.

Wahai sahabatku, jika kamu tidak berhati-hati dan tidak belajar untuk mengatakan "tidak", pelan-pelan gangguan-gangguan ini, yang kamu anggap kecil dan "santai saja lah", akan menenggelamkan dan menggerogoti hidupmu.

Mulailah untuk mengatakan "Tidak!", seperti :

Ngga, terimakasih yaa..

Tidak, aku tak akan terjebak dengan apa yang sudah berlalu..

Tidak, aku sekarang memang sedang tidak bisa.

Ya, mungkin itu semua akan membuat orang merasa sebal, atau bahkan terluka. Semua itu memang butuh kerja keras. Namun, semakin banyak kamu berkata tidak terhadap hal-hal yang tidak penting, makin banyak kamu bisa berkata "ya" terhadap hal-hal yang penting.

Inilah yang akan membuat kamu tetap hidup dan menikmati hidup. Yes, hidup yang kamu inginkan.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun