Mohon tunggu...
Jessyca
Jessyca Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

A writer who love music

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Gerhana Matahari

4 Juni 2022   01:15 Diperbarui: 4 Juni 2022   01:25 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Kepada sang matahari yang selalu bersinar

Lelah terpancar dari kerutan wajarhmu

Namun, tiada pernah ia mengajukan surat pensiun

Andai aku bisa mendekapmu, aku ada

Kepada sang matahari, dari jarak yang tak tentu, mengagumimu adalah hal utama

cahayamu memberi keindahan padaku hingga rela tak tidur

bahkan sebuah kalimat untuk tidur siang tak terdengar

terima kasih untukmu dari sang rembulan yang tiada daya tanpa dirimu

Kepada sang matahari, Sang Pencipta menciptakan alam dan energinya

rasa sukaku padamu adalah mustahil, terlalu sedih untuk didengar

namun, jika kau lelah panggilah rembulan ini

suaramu akan membawaku ke depan ragamu

Wahai matahari, bersinarlah dibelakangku

dekaplah aku bagai kekasih yang akan berpisah

biarlah makhluk bumi menerka-nerka tentang kita

kita menciptakan gerhana matahari dari perasaan kita

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun