Mohon tunggu...
JepretPotret
JepretPotret Mohon Tunggu... Freelancer - ........ ........

........

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

"Kalau Bicara Pakai Data!"

29 Mei 2018   09:59 Diperbarui: 29 Mei 2018   10:17 923
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Susi Pudjiastuti (ketiga dari kanan) & Rudiantara (kedua dari kanan) [Foto: KataData]


Era kebebasan pers dinikmati setelah datangnya era reformasi, tak otomatis menghasilkan media berkualitas yang sangat dibutuhkan meningkatkan kualitas demokrasi. 

Keriuhan kasus Century yang tanpa arah dan penuh intrik politik, merupakan awal mula dicetuskannya pendirian media yang berbasis data dan fakta bernama KataData pada bulan April 2012. 

KataData menjadikan Majalah "The Economist" serta "Economy Intelligence Unit" sebagai row model, dimana menggabungkan kekuatan jurnalistik dan analitik berbasiskan data. Namun tentunya dalam format yang lebih baru, kekinian, tanpa harus kehilangan kedalaman makna. 

Seiring datangnya era gelombang digital, KataData hadir dalam bentuk media online berupa portal berita, data, riset dalam bidang ekonomi dan bisnis. Lima tahun pertama, perhatian dicurahkan membangun portal berita yang dikelola tim redaksi yang bekerja secara independen.

Eksperimen yang dilakukan KataData dengan mengolah data dalam bentuk visual berupa infografik ekonomi (Ekonografik) dan Motiongrafik, diisajikan secara  mendalam, atraktif dan mudah dimengerti. Materi yang relatif berat dapat dimengerti publik dari berbagai kalangan termasuk Generasi Z. Traffic bukan segalanya bagi media online. "Quality is King!", ini menandakan konten berkualitas masih mendapatkan tempat. 

Dalam lima tahun kedua ini, membangun kapabilitas data dan riset. Datangnya era Big Data harus disambut. Pembangunan database management system (DBMS) akan dilakukan dengan pemanfaatan teknologi machine learning dan artificial intelligence. 

KataData akan berkolaborasi dengan lembaga pemerintah, korporasi maupun universitas, untuk dapat mengolah dan membunyikan data. Pakar di bidang ekonomi, energy, inovasi bisnis akan bergabung dalam Panel Pakar KataData. 

Tak lama lagi akan hadir "Index Kelola", yang merupakan index kinerja dan efektivitas pengelolaan APBD. Index ini dibuat dalam mengupayakan dalam mendorong lahirnya pemimpin daerah yang cakap dalam mengelola keuangan daerah demi kesejahteraan rakyat. 

Pemimpin Daerah yang berprestasi sudah selayaknya harus diapresiasi media dan publik. Pepatah bagi media 'Bad news is good news' sepertinya sudah usang. Dunia jurnalistik akan bergerak ke arah fusion journalism. 

Tak terasa telah 6 Tahun KataData menghadirkan berita serta berbagai informasi berkualitas berbasiskan data dan riset. Berbagai upaya pembaharuan dilakukan, termasuk bersalin rupanya logo KataData serta pimpinan redaksi yang akan dipimpin dan diisi tenaga muda.

IOT dan Big Data adalah sebuah keniscayaan. Tapi StoryTelling yang menjadi kekuatan manusia dan jurnalistik, nampaknya akan tetap abadi. Maka KataData akan tetap konsisten mengembangkan media berbasiskan data (Data Driven Media). 

Dalam KataData Forum 2018 yang berlangsung di Djakarta Theater XXI pada 8 Mei 2018 lalu, Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Menteri Kominfo Rudiantara berkesempatan untuk melakukan selebrasi logo baru KataData. 

Bersama keluarga besar KataData dan tamu undangan, mereka menerbangkan pesawat kertas ke udara. Ada begitu banyak harapan-harapan bagi perjalanan kedepan KataData, yang ditulis oleh setiap hadirin di atas kertas. 


Tak hanya selebrasi logo baru KataData, namun juga diselenggarakan dua diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber berkompetensi tinggi. 

Tema pertama adalah "Starting and Nurturing Business in Digital Era", yang menghadirkan Thomas Trikasih Lembong (Kepala BKPM), Niko Fernando Samad (Akademisi Sekolah Bisnis Prasetya Mulya), Arif P. Rachmat (CEO PT. Triputra Agro Persada), Aulia Halimatussadiah Co-Founder & CCO Zetta Media Network), Benny Fajarai (Co-Founder & CEO  Qlapa).

Diskusi kedua yang bertemakan "Transformasi Indonesia Menuju Raksasa Ekonomi Digital", menghadirkan empat narasumber yaitu Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan & Perikanan), Rudiantara (Menteri Komunikasi & Informatika), Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif). 

Susi Pudjiastuti (ketiga dari kanan) & Rudiantara (kedua dari kanan) [Foto: KataData]
Susi Pudjiastuti (ketiga dari kanan) & Rudiantara (kedua dari kanan) [Foto: KataData]
Dalam kemeriahan KataData Forum 2018 juga diberikan berbagai apresiasi bagi individu maupun korporasi sesuai keaktifannya dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan perkembangan ekonomi digital.

Ketiga sosok tersebut adalah Menteri Kominfo Rudiantara, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Rudiantara berperan aktif mempermudah perizinan startup serta aktif merintis e-commerce roadmap 2017-2019. Selain itu juga proaktif dalam mengupayakan pendanaan bagi startup melalui program Next Indonesia Unicorn (NextIcorn).

Apresiasi untuk Susi Pudjiastuti dalam kategori inovasi digital untuk kebijakan publik. Berkolaborasi dengan Google, Susi proaktif dan progresif untuk memonitor lalu lintas maritim Indonesia secara real time. Caranya? Menggunakan teknologi platform pemetaan online Global Fishing Watch. 

Selain itu KKP yang dipimpinnya menggunakan satelit Google dalam mendeteksi aktivitas ilegal penangkapan ikan. Lalu apa yang terjadi? Wow, tangkapan ikan oleh nelayan meningkat tajam dan produk domestik bruto (PDB) dari sektor perikanan dapat tumbuh melebihi perekonomian nasional. 

Susi menyatakan bahwa tak ada yang rahasia. Jika selama ini kita dapat memantau setiap penerbangan di dunia, sudah seharusnya hal yang sama diberlakukan pada perkapalan. 

Sri Mulyani Indrawati (kedua dari kanan) bersama perwakilan Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia [Foto: KataData]
Sri Mulyani Indrawati (kedua dari kanan) bersama perwakilan Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia [Foto: KataData]
Sementara itu ada beberapa alasan untuk apresiasi bagi Sri Mulyani Indrawati. Pemberlakuan kebijakan insentif dan kemudahan perpajakan bagi pelaku industri digital, adanya alokasi anggaran pembangunan jaringan pita lebar di Indonesia, peningkatan anggaran pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar dapat mengikuti perkembangan teknologi, aktif dalam mengajak birokray dapat melek teknologi dan responsif terhadap kemajuan ekonomi digital, serta progresif dalam komunikasi publik melalui media sosial. 

Adapula apresiasi bagi tiga startup sebagai penggerak ekonomi digital, yaitu Go-Jek, Bukalapak dan Tokopedia. Go-Jek yang merupakan pionir transportasi berbasis digital sejak 2010, telah begitu banyak menciptakan lapangan kerja baru melalui program kemitraan dengan para pengemudinya. 

Go-Jek telah pula sangat berperan besar dalam mendorong pertumbuhan bisnis kuliner usaha mikro kecil menengah (UMKM). Selain itu melalui Go-Pay, telah meningkatkan akses masyarakat ke sistem keuangan. 

Bukalapak sendiri telah memperkenalkan cara baru untuk dapat berjualan secara online sejak 2010. Hingga akhir 2017 lalu, platform ini telah menaungi 2,2 juta pelapak dan mendorong pertumbuhan UMKM. 

Pelopor toko online sejak 2009, Tokopedia telah mendorong UMKM lokal dapat online melalui kerjasama dengan pemerintah daerahnya masing-masing. 


Satu kalimat empat kata terucap dari Presiden Joko Widodo saat didampingi oleh Direktur Eksekutif PT KataData Indonesia Metta Dharmasaputra, dalam sebuah tayangan video profil KataData. 

Jokowi menitipkan pesan: 

"Kalau Bicara Pakai Data!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun