Mohon tunggu...
Angel Sang Pemenang
Angel Sang Pemenang Mohon Tunggu... -

demokrasi telah mati

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Percuma Ketua PSSI Mundur, jika Presiden Tidak Intropeksi

21 Januari 2019   05:56 Diperbarui: 21 Januari 2019   06:09 806
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

PSSI saat ini adalah produk dari "acara bersih-bersih ala Pak Jokowi". Tidak tanggung - tanggung, reformasi PSSI ala Pak Jokowi bahkan harus menelan pil pahit berupa suspend sepakbola Indonesia oleh FIFA. Kisruh PSSI tentu tidak langsung dilakukan oleh Pak Jokowi. 

Tetapi kita perlu mencermati pernyataan presiden Jokowi saat itu yang menyatakan bahwa tidak masalah PSSI di suspend FIFA asal dua tahun lagi prestasi PSSI melejit.

Memperbaiki organisasi tidak bisa dilakukan dengan cara destruktif dan terkesan menghancurkan. Saat suspend FIFA atas terjadi atas sepakbola Indonesia, mendadak industri sepakbola mati, pemain dan pelatih kehilangan pekerjaan, klub kehilangan sponsor. 

Industri dan profesi terkaitpun mati mendadak. Sangat memprihatinkan menpora, BOPI dan Pak Jokowi yang sebetulnya awam didunia sepakbola, tiba tiba menjadi merasa paling tahu tentang industri sepakbola. Ranah internal PSSI soal pemain, transfer dan izin pemain asing, dll tiba tiba berpindah tangan.

Terbukti saat ini PSSI tetap saja sulit berprestasi, apa yang dulu dijanjikan dengan adanya Suspend FIFA, kini terbukti hanya omong kosong belaka. Saat ini ketua PSSI sudah mundur, dan publik menunggu pertanggung jawaban mereka yang dulu obrak abrik PSSI sampai di suspend FIFA.

Apa Kesalahan Reformasi PSSI ala Jokowi?

Belajar dari case Persija Jakarta, dulu Persija di era gubernur Jokowi dan Ahok, benar benar seperti anak tiri. Terusir dari kota Jakarta, harus mengambil homebase berpindah pindah dari satu kota ke kota lain. Persija tidak didukung tetapi justru dijadikan bahan olok-olok gubernur, banyak caci maki ditujukan pada Persija maupun supporternya. 

Hal yang mirip terjadi saat ini yang menjadikan PSSI seolah pesakitan. Disini kita jadi tahu kualitas seorang pemimpin, giliran tidak berprestasi cuci tangan dan menyalahkan orang lain.

Berbeda dengan Persija di jaman gubernur Anies Baswedan. Persija kembali berkandang di Jakarta, stadion yang dulu digusur penguasa mulai dibangun yang baru. Hasilnya jelas, Persija juara dan para supporternya tiba - tiba menjadi anak manis.

Jakarta dan Indonesia wajib bersyukur punya gubernur Anies Baswedan, beliau menjungkir balikkan mitos yang dibuat pemimpin bengis seolah sepakbola sumber keributan.

Sepakbola adalah olahraga rakyat, pemimpin bengis akan selalu memandang rendah supporter sepakbola seolah selalu miskin, tukang bikin ribut dan segala atribut pesimistis.

Ki Hajar Dewantoro pernah bilang: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Ing Ngarso Sung Tilodo, Artinya: Pemimpin itu saat didepan harus berani mengambil resiko, berani disalahkan, berani menjawab pertanyaan. Bukan pemimpin yang saat ditanya justru bilang, "saya tidak tahu obligasi itu untuk apa, lha silpa tahun ini saja 7 trilyun, tanya ke pak menteri".

Ing Madyo Mangun Karso, Artinya: Pemimpin itu harus bekerja, Dalam hal PSSI, ada kesan membiarkan PSSI dijadikan satu satunya pesakitan atas prestasi sepakbola nasional, sekali lagi belajarlah dari gubernur Anies Baswedan membenahi Persija.

Tut Wuri Handayani, Artinya: Dukunglah dan berilah apresiasi pada bawahan yang sudah bekerja keras. Bukan hasil pekerjaan presiden sebelumnya diklaim sebagai hasil kerjanya, apalagi selfie selfie di tempat bencana seolah menjadi satu satunya hero ditengah kesediahan. 

Atau selfie di proyek infrastruktur yang mahal dan bank dunia menyebutnya berkualitas rendah. Apalagi jika mendengar kritik internal Pak JK yang kagum dengan biaya LRT yang mencapai 500 milyar rupiah per kilometer.

Salam Olahraga

#CapekDibohongi

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun