Mohon tunggu...
Jandris Slamat Tambatua
Jandris Slamat Tambatua Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pascasarjana MSDM, Pemerhati Lingkungan, Competency Assessor

"Manusia Kerdil Yang Berusaha Mengapai Bintang"

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

"Hidupmu Itu Sama Seperti Uap" Sebentar Saja Kelihatan Lalu Lenyap

20 Maret 2024   17:01 Diperbarui: 20 Maret 2024   20:39 770
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hidup seperti uap, memahami kehidupan yang singkat namun berharga (dok. pribadi)

Seperti uap yang melayang-layang sebelum lenyap, begitulah kisah hidup manusia.

Setiap detik yang berlalu membawa kita lebih dekat kepada akhir dari perjalanan hidup kita. 

Meskipun hanya singkat seketika, namun begitu berharga dan penuh makna.

Dalam perjalanan hidup yang singkat ini, kita mengalami berbagai fase yang mengajarkan kita banyak hal. 

Seperti uap yang terbentuk dari air, kita juga terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang kita jalani. 

Setiap momen, setiap kegagalan, setiap kebahagiaan, semuanya membentuk pola unik dari hidup kita.

Namun, seperti uap yang lenyap tanpa jejak, hidup ini juga akan berakhir suatu saat. Hal ini menjadi pengingat bagi kita untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan makna. 

Jangan sia-siakan waktu yang singkat ini dengan hal-hal yang tidak bermanfaat atau merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ramadan mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah. 

Ketika kita merasa lapar dan haus di siang hari, kita diingatkan tentang jutaan orang di dunia ini yang tidak memiliki cukup makanan dan minuman setiap hari. 

Hal ini menjadi kesempatan bagi kita untuk berbagi rezeki dengan sesama dan menjadi lebih peka terhadap kondisi orang lain.

Seiring berjalannya bulan Ramadan, kita semakin menyadari bahwa hidup ini hanya sementara dan setiap detiknya sangat berharga. 

Seperti uap yang lenyap tanpa jejak, hidup ini juga akan berakhir suatu saat. 

Oleh karena itu, mari manfaatkan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan meninggalkan jejak yang baik dalam hidup ini.

Terkadang, kita terlalu sibuk mengurusi hal-hal yang sepele, tanpa menyadari bahwa waktu terus berjalan dan kita tidak bisa mengembalikannya. 

Oleh karena itu, mari kita manfaatkan waktu dengan bijaksana, melakukan hal-hal yang memperkaya jiwa dan meninggalkan jejak yang baik di dunia ini.

Seperti uap yang mampu membawa kesegaran dalam udara sebelum lenyap, hidup kita pun memiliki potensi untuk memberikan dampak positif bagi orang lain. 

Mulailah dengan memberikan cinta, kebaikan, dan kontribusi kepada sesama. Jadikan setiap detik yang kita miliki sebagai kesempatan untuk berbuat baik dan meninggalkan warisan yang tak terlupakan.

Sebelum akhirnya kita menjadi bagian dari kenangan yang pudar seiring waktu, mari hidupi setiap momen dengan penuh kebahagiaan, keberanian, dan kasih sayang. 

Hidup seperti uap bukanlah tentang berlalu begitu saja tanpa arti, melainkan tentang meninggalkan jejak yang tak terlupakan di sepanjang perjalanan singkat kita di dunia ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun