3. Diversifikasi Ekonomi: Dengan pendatang baru yang membawa dengan mereka berbagai bisnis dan keterampilan, ekonomi desa bisa menjadi lebih beragam dan kuat. Ini dapat menciptakan peluang kerja baru dan merangsang pertumbuhan usaha lokal.
Ironi:
1. Harga Properti yang Melambung: Meskipun meningkatnya nilai properti bisa menguntungkan pemilik, hal ini juga dapat membuat harga rumah menjadi tidak terjangkau bagi warga lokal. Ini dapat mengakibatkan gentrifikasi yang mendorong warga asli keluar dari desa.
2. Kehilangan Identitas Budaya: Kedatangan penduduk perkotaan dapat membawa perubahan dalam budaya desa, termasuk bahasa, tradisi, dan cara hidup. Hal ini dapat mengancam identitas budaya yang sudah ada sejak lama.
3. Kekalahan Pengusaha Lokal: Pengusaha lokal, terutama yang beroperasi dalam sektor kecil dan menengah, mungkin kesulitan bersaing dengan bisnis-bisnis baru yang masuk. Hal ini dapat mengganggu ekonomi lokal yang sudah mapan.
Gentrifikasi di desa menciptakan tantangan kompleks yang harus diatasi. Penting untuk mencari keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pelestarian nilai-nilai budaya serta kesejahteraan masyarakat lokal.Â
Pemerintah, masyarakat, dan pengusaha harus bekerja sama untuk mengembangkan strategi yang mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang merata dan pelestarian keberagaman budaya desa.Â
Dengan demikian, gentrifikasi bisa menjadi peluang nyata untuk kebangkitan ekonomi desa jika dikelola dengan bijak.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya