Pak Ibrohim menyampaikan bahwa workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Biologi FMIPA UM.
Sebelum pemaparan materi, Pak Ibrohim meminta kepada seluruh peserta workshop untuk mengisi angket terkait pemahaman tentang kurikulum merdeka, model-model pembelajaran, lesson study serta penerapan pembelajaran IPA di masing-masing lembaga sekolah.
Pak Bro, sapaan akrab beliau, pada bagian awal menjelaskan sekaligus merefresh tentang pemahaman lesson study. Lesson study (LS) bukanlah sebuah model pembelajaran, akan tetapi merupakan kegiatan kolegial bagi guru yang berkelanjutan, berbasis kelas dan kolaboratif untuk mengoptimalkan layanan siswa dalam belajar. Ruh atau semangat dari LS sangat sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka yaitu pembelajaran berpusat pada siswa.
Selanjutnya, Bapak yang ramah ini menjelaskan tentang perubahan dan isu-isu terkini dalam sistem pendidikan dasar dan menengah di Indonesia antara lain yaitu adanya perubahan dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum darurat (pandemi covid-19). Berubah lagi menjadi kurikulum fleksibel dan yang terbaru yaitu kurikulum merdeka pada tahun 2022.
Isu berikutnya yaitu merdeka belajar yang meliputi dihapuskannya ujian nasional (UN) diganti dengan asesmen kompetensi minimum (AKM), dikembalikannya ujian sekolah berstandar nasional (USBN) kepada sekolah, penyederhanaan RPP, serta perluasan zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Hal baru lagi dalam sistem pendidikan dasar dan menengah yaitu adanya P5 (proyek penguatan profil pelajar Pancasila) yaitu pengembangan kompetensi dan karakter pelajar melalui belajar kelompok seputar isu penting dalam konteks nyata di sekitarnya, bukan semata berupa hasil atau produk.
Selain P5, sistem pendidikan dasar dan menengah juga dikenalkan lagi dengan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial emosional.
Selanjutnya Pak Ibrohim menyampaikan tentang perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Kurikulum 2013 berdasarkan PP no.32 tahun 2013 dan PP no. 13 tahun 2015. Sedangkan kurikulum merdeka berdasarkan PP no. 57 tahun 2021 dan PP no. 4 tahun 2022.
Pada kedua kurikulum tersebut yaitu kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka terdapat persamaan yaitu adanya standar kelulusan (SKL), standar isi, standar proses dan standar penilaian. Yang membedakan adalah pada kurikulum merdeka terdapat capaian pembelajaran yang diatur oleh Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan No 033 th 2022.
Penyampaian materi berikutnya tentang design thinking yaitu pendekatan atau metode pemecahan masalah baik secara kognitif, kreatif, maupun praktis untuk menjawab kebutuhan manusia sebagai pengguna. Dalam dunia pendidikan penerapan design thinking dapat meningkatkan kreativitas guru dan murid.