Kusebut namamu
Kusebut namamu dalam helaan nafasku
Bahkan saat maut lebih dekat dari sehasta,
Alunan puji membentang bagai langit tak bertepi
Hamparan shalawat seluas cakrawala
Kepadamu lah segala cinta dan rinduku bermuara
Kubenamkan namamu semerdu irama jantungku
Bahkan saat maut lebih dekat dari kedipan di mata
Sebotol wiski
Sebotol wiski di tepi zaman
Direguk dalam gairah nyanyian
Bulan hanya serpihan kaca
Memantul dalam gairah duka
Sebotol wiski di tepi zaman
Direguk dalam gairah tarian
Saat bulan menghiba ratapi malamnya sia-sia
Menyaksikan Tuhan diusung dalam keranda
Nagreg, April 2010
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H