Mohon tunggu...
Itqan Ghazali
Itqan Ghazali Mohon Tunggu... Dokter - Dokter

Dokter | Facebook: Itqan Ghazali | Instagram: itqanghazali

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Asam Urat Tinggi, Kapan Perlu Minum Obat?

14 Agustus 2024   13:59 Diperbarui: 14 Agustus 2024   14:15 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
localbiznetwork.com

Asam urat merupakan sebuah senyawa kimia yang ada pada darah, asam urat memiliki fungsi penting salah satunya sebagai sumber energi dan bahan pembentukan sel dan jaringan. 

Asam urat sering disalah artikan sebagai jenis penyakit dengan gejala nyeri, kaku dan sendi yang kemerahan. Perlu diluruskan bahwa penyakit asam urat dalam bahasa medis disebut juga dengan Artritis Gout, dimana penyakit ini dapat menyerang sendi dengan gejala nyeri, kemerahan pada sendi dan sulit digerakkan. 

Artritis Gout ini lebih sering menyerang laki – laki dibandingkan dengan perempuan, penegakan diagnosis ke arah penyakit ini tidak hanya dari angka asam urat, tetapi juga perlu pemeriksaan lanjut seperti analisa cairan sendi dimana dapat ditemukan kristal yang disebut juga dengan monosodium urate, penumpukan kristal ini lah yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan sendi sulit digerakkan.

Kadar asam urat tinggi pada laki – laki dan perempuan memiliki batas yang berbeda, tergantung dari alat ukur yang digunakan, namun pada umumnya dikatakan meningkat jika kadar asam urat diatas 7 mg/dl. 

Tingginya asam urat ini tidak sebanding dengan adanya gejala, seseorang dapat menunjukkan gejala, namun ada pula yang tidak menunjukkan gejala. Bila tidak ada gejala dan faktor risiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah pengobatan tidak perlu dimulai secepatnya, pengobatan dimulai jika kadar asam urat lebih dari 9mg/dl jika tanpa gejala. 

Sedangkan pada orang dengan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah asam urat lebih dari 8 mg/dl perlu segera diterapi untuk mengurangi komplikasi lebih lanjut walaupun tanpa gejala. Target pengobatan juga bervariasi tergantung dari kondisi umum dan riwayat penyakit seseorang. 

Pengobatan yang digunakan saat ini yaitu dengan obat penurun asam urat seperti alopurinol, febuxostat dan beberapa obat lain, pemberian obat ini perlu dengan resep dokter, karena obat – obat ini memiliki efek samping jika dikonsumsi sembarangan.

Asam urat yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya penumpukan kristal di pembuluh darah, sendi dan yang paling parah dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Tidak sedikit orang yang mengalami gangguan ginjal seperti sumbatan aliran kencing di saluran kemih akibat penumpukan kristal asam urat yang membentuk batu. 

Kristal asam urat ini dapat dicegah dengan konsumsi makanan yang mengandung asam urat tinggi contohnya seperti melinjo, daging merah, minuman bersoda, alkohol, jeroan, seafood dan lain sebagainya, sebaiknya mengkonsumsi makanan yang rendah asam urat, minum air putih minimal 2 Liter per hari, hindari stress, olahraga secara rutin dan berhenti merokok. 

Faktor – faktor lain seperti kelebihan berat badan, darah tinggi dan kolesterol juga dapat memperparah dan mempercepat perkembangan penyakit ini.

Kenalilah gejala asam urat sejak dini, penyakit ini sering mengenai sendi di daerah jari kaki, pergelangan kaki, dapat juga di lengan dengan gejala penumpukan pada sendi menyebabkan kemerahan, nyeri dan demam. 

Segera periksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam untuk pemeriksaan lebih lanjut, dokter akan melakukan pemeriksaan asam urat dan cairan sendi untuk menentukan pengobatan sesuai dengan fase yang dialami oleh seseorang. 

Pada beberapa kasus pengobatan tidak hanya dengan obat pil tetapi juga dengan pengambilan cairan di sendi selain untuk menganalisa cairannya juga untuk mengurangi penumpukan cairan yang terkumpul di sendi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun