Mohon tunggu...
Iskandar Zulkarnain
Iskandar Zulkarnain Mohon Tunggu... Administrasi - Laki-laki, ayah seorang anak, S1 Tekhnik Sipil.

Penulis Buku ‘Jabal Rahmah Rendesvous Cinta nan Abadi’, 'Catatan kecil PNPM-MPd', 'Menapak Tilas Jejak Langkah Bung Karno di Ende', 'Sekedar Pengingat', 'Mandeh Aku Pulang' (Kumpulan Cerpen) dan 'Balada Cinta di Selat Adonara' (Kumpulan Cerpen). Ayah. Suami. Petualang. Coba berbagi pada sesama, pemilik blog http://www.iskandarzulkarnain.com

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Refleksi Ramadhan 1440.H

5 Juni 2019   09:36 Diperbarui: 5 Juni 2019   11:37 151
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kisah Untuk Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Hari ini, kita merayakan hari kemenangan. Satu syawal 1440 H. Benarkah kita patut menjadikan hari ini sebagai hari kemenangan?. Sebuah pertanyaan yang patut untuk dikaji ulang.  

Yang jelas, hari ini, kita telah selesai melaksanakan ibadah shaum atau puasa. Sebagai pertanda kita tidak berpuasa. Maka, hari ini, kita makan dan minum di siang hari. Kegiatan halal yang selama bulan puasa, diindikasikan sebagai  perilaku haram jika dilakukan pada siang hari.

Namun, bagaimana dengan perilaku yang lain? Selain kegiatan makan dan minum? Jawaban dari pertanyaan inilah yang kelak, menjelaskan apakah hari ini layak disebut sebagai hari kemenangan atau tidak.

Jika, puasa dianalogikan sebagai kegiatan membersihkan rumah. Maka, selama satu bulan penuh kita membersihkan rumah.

Mulai dari menyapu rumah, mengepel, mencat rumah, menata tata letak perabotan rumah. Sehingga, sesuatunya nampak tertata rapi. 

Lalu, kegiatan-kegiatan ibadah sunah, dapat  dianalogikan sebagai membersihkan halaman pekarangan rumah dari kotoran dan sampah. Menata tata letak tanaman hias yang kita tanam di pekarangan. Sehingga halaman rumah kita nampak Asri dan hijau.

Maka, Iedul Fitri adalah saat jeda sejenak, rehat atau istirahat sejenak, setelah lelah bekerja sebulan penuh untuk membersihkan dan menata isi rumah, demikian juga yang dilakukan pada pekarangan rumah.

Apakah saat jeda ini, kemudian pantas disebut sebagai sebuah kemenangan?  Inilah soal yang krusial untuk dijawab.

Logika sederhananya begini, pantaskah ketika rumah sudah bersih dan tertata rapi, demikian juga halaman rumah yang telah hijau dan asri. Kemudian, dikotori kembali? Tentu, tidak pantas dan patut. Jika tidak dapat dikatakan sebagai perilaku bodoh dan konyol.

Begitulah analogi puasa yang kita lakukan selama satu bulan di bulan ramadhan kemarin.

Silahkan, makan dan minum, juga bergembira sejenak sebagai perwujudan dari jeda kerja yang melelahkan selama satu bulan.

Namun, untuk anggota tubuh lain. Perilaku puasa harus tetap terus dilakukan. Jangan kembali kotori tangan untuk berbuat dosa. Jangan gunakan kaki untuk melangkah pada perbuatan sia-sia dan dosa. Jangan gunakan mata untuk melihat yang haram dan yang diindikasikan akan mengakibatkan dosa. Demikian, seterusnya untuk telinga, pikiran dan lainnya pada anggota tubuh yang akan menjerumuskan pada perbuatan dosa.

Perilaku anggota tubuh yang diindikasikan sebagai tidak berpuasa, dan akhirnya terjerumus pada perbuatan dosa inilah yang disebut sebagai perilaku "mengotori" rumah dan halaman yang selama satu bulan sudah kita bersihkan dan jadikan tertata rapi, asri dan hijau.

Selesaikah? Ternyata belum.   

Mengapa? Karena. kita kini telah memasuki bulan Syawal. Syawal artinya peningkatan. Maka, bulan syawal diartikan sebagai bulan peningkatan. Maka, yang patut dilakukan pada bulan syawal, selain menjaga agar rumah tetap bersih, tetap tertata rapi, halaman tetap asri  dan hijau. Juga, bagaimana mengusahakan peningkatan dari kerja yang sudah dilakukan selama sebulan di bulan Ramadhan.

Aplikasi bulan Syawal, bagaimana kerja yang dilakukan pada bulan ramadhan menjadi punya arti bagi kemanusiaan secara keseluruhan.

Jika diasumsikan kerja ramadhan untuk urusan intern, maka syawal adalah kerja expansi keluar, extern.

Bagaimana agar pada pagar pekarangan rumah, yang berbatasan dengan jalan, lalu kita pasang lampu penerangan jalan. Sehingga mampu menerangi mereka yang lalu lalang di depan rumah. Bagaimana pintu gerbang halaman rumah kita, kita perbesar dan permudah untuk dibuka, sehingga, mereka yang lalu lalang di depan rumah kita, dapat singgah dan melepaskan lelah sejenak dan melepaskan dahaga, sebelum melanjutkan perjalanan.

Peningkatan-peningkatan kerja di bulan syawal dan tetap menjaga capaian prestasi kerja yang dilakukan selama ramadhan. Merupakan satu kesatuan paket yang tidak dapat dipisahkan. Pada pencapaian kondisi kerja demikianlah maka sebutan "kemenangan" itu patut disematkan.

Jadi, mengatakan bahwa hari ini kita telah memperoleh kemenangan, adalah klaim yang terburu-buru dan naf. Karena, sesungguhnya kemenangan ramadhan, belum dapat diketahui hari ini.

Karena, hari ini, hanya waktu jeda dari kegiatan selama satu bulan di bulan Ramadhan. Indikasi kemenangan baru dapat dilihat dengan memperhatikan capaian kerja, sebulan kedepan.

Ketika capaian kerja diakhir bulan syawal, sesuai dengan uraian diatas. Maka, predikat "menang"  barulah dapat kita peroleh.

Wallahu A'laam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun