Mohon tunggu...
Isya Andika
Isya Andika Mohon Tunggu... -

Seorang yang selalu ingin belajar dan mengembangkan diri, juga Pribadi yang ramah, mudah bergaul. Punya ketertarikan tersendiri terhadap dunia IT. Kadang juga suka menulis dan mengulas tentang hal yang perlu dan dianggap penting. Isya andika juga mengelola beberapa situs yaitu : Tempuhtamah.com (http://tempuhtamah.com/) | dhkengineering (http://dhkengineering.blogspot.com/) | (http://dhksajak.blogspot.com/) | (http://dhktraveller.blogspot.com/) | (http://ceding.blogspot.com/) Situs tersebut adalah wujud dari sebuah cerita dan hal yang bersifat sharing lainnya. berbagi tentang teknologi, histori dan seni, pandangan dan opini, blogger, dan informasi gamer. semoga dengan keberadaan kita di dunia maya ini menjadi lebih dekat dan mendekatkan. agar tidak ada jarak diantara kita. :) Salam Blogger

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sinis Tak Terlukis, Harapan Datang Menagkis

7 Februari 2019   07:55 Diperbarui: 7 Februari 2019   07:57 55
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Kau merindui dengan wajar.

Kau tahu selesai namun belum berakhir.

Katakan padaku apa yang pikiranmu sedang arahkan.

Aku ingin terlibat dalam ikatan itu,

seperti rasa yang pernah tertawarkan namun tertawan.


Aku memang perindu yang lucu atau mungkin lugu.

Pantulanmu selalu menjadi alasan malamku tak berujung.

Indah, namun menyiksa. Kau tinggalkan waktu dan tanggal secara pasti,

yang jika ku ingat-ingat renungku berubah hal gila yang semakin kucaci.

Kau pantun yang tak beruntun, kau puisi yang tak jernih mengelabui hati,

kau palsu, aku hilang.


Sadar betapa pelik rindu yang saling berbenturan, 

ketika pilihan enggan memberi jalan pulang.

perasaan itu kadang semakin menggebu menusuk diqalbu,

sementara jiwa jarang mengakui tentang arti sebuah luka.

jauh sebelum rindu mengetuk 

aku sudah menyiapkan rintih rasa yang tertusuk,

menjeda cerita untuk mengatasi rambu-rambu tajam 

untuk sekedar tahu bahwa keadaan semakin kelam.

tidak menangisi rindu itu 

tidak pula menyesali,

keadan memang menguji nyali 

saat titik batas terlampaui.

bukan mencela jiwa yang hatinya terlambat menelaah

tapi sadar bahwa setiap sinis yang tak terlukis 

ada anugrah penuh hikmah

ada cinta yang tak bekesudahan...

ia adalah  indahnya rasa syukur.

Oleh : Isya Andika 

Sumber : https://dhksajak.blogspot.com/2019/02/sajak-sinis-tak-terlukis_5.html

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun