Sedangkan di bengkel non-resmi tidak ada jaminan kualitas, apalagi garansi. Bila ada kerusakan lagi, itu mutlak tanggung jawab konsumen.
3. Melakukan servis di bengkel resmi, kita meminimalisir kecurangan terkait kualitas suku cadang, harga, dan pemasangannya. Sebab di bengkel resmi ada Standar Operasional (SOP) yang melindungi kepentingan konsumen.
Sedangkan di bengkel non-resmi indikasi ke arah itu, mungkin saja terjadi. Mengingat, tidak ada aturan, ketentuan, dan standar yang menjadi pedoman dan jaminan hak-hak konsumen.
Oke, sudahi galau, bingung dan kesal kamu dalam menentukan pilihan antara bengkel resmi dan non-resmi dengan tip berikut.
Jika motor kamu adalah kendaraan roda dua yang kondisinya masih Gress alias fresh in the open. Dibeli dengan harga puluhan juta, baik cara kas atau kredit.
Tapi, saat dipakai pertama kali atau beberapa bulan, tiba-tiba saja ada error dan mengalami kerusakan. Entah pada bagian apa pun juga.
Alangkah lebih baiknya, agar motor tersebut dibawa ke bengkel resmi yang menjadi rujukan dari brand motor yang kamu miliki.Â
Umpama kamu membeli motor dengan merk Yamaha. Maka, jangan bingung-bingung bawa saja motor tersebut ke bengkel resmi Yamaha.
Berbeda, saat motor yang kamu miliki adalah motor second atau bahkan bodong. Dengan harga di bawah dua juta.
Alangkah lebih baiknya dibawa saja ke bengkel non-resmi yang ada dekat rumah. Selain harga servisnya murah, bila diperbaiki atau diganti dengan suku cadang yang mahal sekali pun sepertinya tidak akan terlalu berpengaruh.