Terkadang air mata haru meleleh kalau teringat masa itu. Malah jadi melow, hehehe...Â
Bukan untuk meminta simpati tentunya, sebab itu pengalaman puluhan tahun lalu di tahun 1997.
Mungkin pengalaman saya bisa menginspirasi para mahasiswa yang sedang suntuk atau malas mengerjakan skripsi, padahal tidak punya kendala yang berarti.Â
Salut pada tokoh Kompasiana kali ini,Cintia Gita Pramesi yang menyelesaikan skripsi dalam waktu 3,5 tahun. Di semester 7 saat itu saya masih mengikuti program KKN.Â
Sebenarnya mengerjakan skripsi adalah hal biasa dan mudah, sebab penyusunan skripsi masih berada dalam taraf pembimbingan.Â
Kebetulan saya saat itu  masuk di fakultas pertanian, jurusan budi daya pertanian, program studi agronomi.Â
Kalau sekarang, saya lihat nama-nama jurusannya sudah berubah.Â
Untuk Fakultas Pertanian, jurusan budidaya, sepertinya sangat mustahil kalau bisa lulus 3,5 tahun. Sebab untuk penelitian nya harus diujikan pada tanaman yang umurnya paling tidak 3 bulan. Kalau tanamannya mati, harus menanam lagi dari awal.Â
Kecuali untuk yang mempergunakan tanaman berumur pendek seperti kacang hijau dengan umur panen 40 hari.Â
Biasanya yang cepat lulus yang menjadi pelaksana proyek dosen. Tinggal mengikuti arahan dosen pembimbing sekaligus pemilik proyek, dan biasanya dijamin mendapat nilai A untuk skripsi nya.Â
Tapi tentu untuk mahasiswa yang berjuang sendiri dari pemilihan judul, seminar proposal, penelitian, seminar hasil sampai ujian skripsi dan yudisium harus berusaha keras dan sungguh-sungguh untuk menyelesaikannya.Â
Awalnya, saya mengambil judul tentang efektifitas pengendalian CVPD pada tanaman jeruk.Â