Mohon tunggu...
ISSAM MUHAMMAD RAYHAN
ISSAM MUHAMMAD RAYHAN Mohon Tunggu... Novelis - Penulis

Manusia yang hobi berpikir dan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Kenapa Barang Made in China Lebih Murah?

19 Maret 2019   15:49 Diperbarui: 21 April 2021   19:10 1001
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Apa alasan dibalik murahnya barang Made in China di pasaran?"

Puluhan tahun silam, ketika tim bulu tangkis kita melawan Tiongkok, Hou Zhia-chang, manager tim RRT yang konon pernah berdiam di Solo digoda oleh salah seorang pendukung tim Indonesia, "Seratus juga penduduk mendoakan kemenangan Indonesia!" Hou menjawab kalem, "Satu milyar orang mendoakan kami!"

Anekdot jadul ini lantas membuat kita berpikir, "Apa yang bakal terjadi kalau memang 1.3 milyar manusia itu bersatu dan bergerak bersama?" tentu akan bisa mengalahkan Thanos yang hanya bermodalkan Iron Gauntlet dan ke enam Infinity Stones yang ia punya.

Siapa yang tidak menyadari, kalau apapun yang berlabelkan Made in China tentu harganya murah meriah, apapun itu, dan tersebar diseluruh penjuru dunia, selalu ada tulisan itu ntah itu dibawah atau disamping produk yang kita beli. Bahkan ada barang yang dijual itu khusus produksi dari China! Contohnya saja peniti, jarang ada peniti Made in Indonesia. Rata-rata Made in China.

Yang menjadi pertanyaan disini adalah, "Kenapa harga barang-barang yang dijual dan berlabel Made in China ini harganya lebih murah?" dulu banyak orang menuduh barang produksi China adalah barang rongsokan, seperti daur ulang. Karena memang beberapa kasus ada yang seperti itu. Tapi untuk sekarang, dijaman serba teknologi ini, tidak mungkin lagi bisa dikatakan seperti itu, kita saja yang tidak berkembang-berkembang. Kita masih sibuk menyudutkan paslon nomor urut 01 atau nomor urut 02.

Jadi, kenapa barang-barang yang dijual Made in China itu murah? Setidaknya ada beberapa penjelasan disini yang akan saya paparkan.

  • Mesin produksi buatan sendiri

Ya, mereka membuat mesin sendiri, alih-alih sibuk nyinyir di media sosial, mereka justru sedang sibuk memproduksi mesin produksi sendiri, lalu dijual keseluruh penjuru negeri, tentu dengan harga yang lebih murah. 

Harga yang lumayan miring membuat kita justru berpikir kalau barang murah tentu kualitasnya rendah. 

Sementara kita sibuk membuang uang bermilyar-milyar untuk membeli barang produksi dari Eropa atau Amerika yang hanya di suguhi lisensi di 'kotak kerdus' nya.

  • Angkatan Kerja yang berlimpah

Angkatan kerja dalam jumlah besar dan homogen menghasilkan produktivitas maksimal. Buruh RRT memang murah. Jika kita membeli mesin RRT, upah kerja satu tim yang merakit mesin cuma 25USD per hari. 

Dibandingkan oleh tenaga kerja asing yang disewa dari Eropa misalnya, dengan gaya hidup yang mereka bawa dari luar, membuat kebutuhan hidup mereka juga bervariasi, seperi minum bir atau tidur diapartemen. 

Tentu untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, harus ada pengorbanan yang sangat sedikit pula menurut prinsip ekonomi. "Kalau buruh lokal bisa, kenapa harus dari luar?"

Tapi keunggulan tenaga kerja RRT bukan terletak dari upahnya yang murah, melainkan pada jumlah yang besar dan homogen tadi. Bergerak dengan jumlah yang besar, justru produksi juga akan semakin meningkat, karena digerakkan oleh 600 juta manusia sekaligus!

  • Mata Duitan

Pokoknya yang bisa dijadikan duit, jadikan, apapun itu, asal bisa menghidupi rakyat. Angkatan kerja yang besar memerlukan proyek-proyek yang besar. Semua investor diajak untuk investasi untuk memenuhi proyek serta lapangan pekerjaan baru untuk rakyat. 

Pemikiran yang sederhana, tapi kalau konsisten, bisa sedikit mendorong kita, sebagai negara konsumen termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

Dari beberapa pemaparan diatas, bisa kita ketahui, kita tak jauh tertinggal oleh negara tetangga, kita memiliki mesin produksi sendiri (ya, bisa dikatakan begitu), kita memiliki angkatan kerja yang cukup besar (berdasarkan usia produktif), dan pemerintah yang sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur yang bisa membangun lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat.

Hanya saja mindset yang harus kita ubah adalah, jangan selalu memandang sebelah mata hanya karena itu buatan China, belum tentu kita bisa membuat yang lebih baik dari mereka, kalaupun bisa, mana? Ada bukti? Yuk bergerak maju!

Referensi : Buku Sambil Menyelam Menelan Mutiara

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun