Bukan hanya orangtua jadi angga karena memiliki anak yang berkarakter dan peduli, anak akan semakin disayang dan semakin tumbuh kepercayaan dirinya. Akan membentuk kemandiriannya kelak.
Dalam acara Nangkring Kompasiana bertajuk #MembangunKebaikan yang diselenggarakan di Hall Kampus B, Universitas International Semen Indonesia, Gresik pekan lalu Pak Herman menyindir pencitraan yang ditampilkan sejumlah politisi atau caleg.
Menjelang pilpres-pileg mereka terlihat dekat dengan rakyat, misalnya berfoto menggendong padi atau membopong ikan sebagai wujud kepedulian sesaat padahal keseharian mereka jauh dari kerepotan semacam itu.
Dalam sebuah spanduk kampanye seorang caleg yang saya lihat di Bandung, saya sempat membaca frasa: saatnya mengabdi. Saya memahami seolah-olah pengabdian hanya lewat jabatan tertentu saja -- dalam hal ini masuk parlemen atau jabatan politik lainnya. Padahal perubahan positif juga bisa diupayakan lewat kontribusi sesuai kemampuan kita, sesuai peran yang kita ambil sehari-hari.Â
Membangun kebaikan
Maka frasa Membangun Kebaikan menurut saya sangat mewakili sebab kebaikan akan besar dampaknya jika tersusun dari kepingan kepedulian siapa saja yang memulai dari langkah-langkah kecil.
Contoh paling relevan adalah masifnya penggunaan media sosial yang bisa kita manfaatkan untuk menyumbangkan kebaikan. Membuat konten yang positif dan mencegah penyebaran hoaks adalah hal praktis yang bisa kita lakukan sebagai warganet.Â
Dalam konteks seorang bloger, saya pernah menulis klarifikasi tentang hoaks yang terjadi di kota saya karna menyudutkan salah satu capres padahal isu itu sudah lama terjadi dan akibat kesalahpahaman belaka.
Pas banget Semen Indonesia bareng Kompasiana mengajak para warganet nangkring, terutama generasi muda agar bijak memanfaatkan media sosial (medsos) guna membangun kebaikan bagi bangsa.Â
Pengaruh medsos sungguh luar biasa saat ini, maka butuh 'kecerdasan' untuk menggunakannya agar tak menjadi bumerang atau penyulut pertikaian. Jadikan medsos untuk menebar inspirasi, bukan instigasi berbahaya bagi keutuhan negeri.
Tindakan nyata!
Sigit Wahono, Kepala Unit Komunikasi Eksternal Semen Indonesia, menegaskan peran Semen Indonesia yang selama ini berkontribusi positif membangun kemajuan bangsa, mulai dari kemegahan Monas hingga flyover Kelok Sembilan yang memesona.Â
Selain mengakuisisi semen Thang Long asal Vietnam, Semen Indonesia juga telah berhasil menarik Semen Holcim yang kini bertransformasi menjadi PT Solusi Bangun Indonesia.Â