Dulu sebelum pandemic siswa dilarang memakai HP, walaupun diberi itupun dibatasi, namun dimasa pandemic ini orangtua berbagai upaya menyediakan, memfasilitasi serta membiarkan mempergunakan HP sepenuhnya sebagai media pembelajaran  yang  wajib dimiliki. Kekhawatiran guru meningkat, karena kebebasan siswa mempergunakan HP tidak lagi terkontrol dan diawasi orangtua, apalagi orang tua yang sibuk berkerja, putra putri mereka tinggal di rumah tanpa pengawasan.
Program pemerintah yang memberlakukan pembelajaran jarak jauh sangat berdampak sekali bagi dunia pendidikan saat ini. Kebebasan siswa siswi dalam mempergunakan HP dalam pembelajaran berdampak negative, siswa sudah mulai bosan dengan pembelajaran yang diberikan guru. Apapun usaha guru dalam menciptakan pembelajaran kalah dengan permainan yang tersedia pada gawai siswa.
Guru pun merasa tak lagi bersemangat, usaha yang dilakukan tidak berdampak pada siswa, karena hasil pembelajaran yang diserahkan pada guru tidak dapat dinilai secara objektif. Tugas yang dibuat siswa nyata nyata tidak dari hasilnya sendiri, copy paste dari teman ataupun orang lain yang jelas bukan siswa itu sendiri yang mengerjakan.
Orang tua mengeluh dengan tugas dan pembelajaran yang diberikan pada siswa karena orang tua yang susah dan ingin bersekolah, ibarat buah simalakama kalau HP diserahkan pada siswa mereka asyik bermain game tugas tidak selesai, namun kalau HP tidak diserahkan mereka tidak belajar dan mengikuti pembelajaran.Â
Mudah-mudahan wabah ini cepat berlalu, agar siswa bisa sekolah seperti biasanya, guru dapat mendidik  siswa siswi  di sekolah dengan penanaman karakter secara berkesinambungan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H