Mohon tunggu...
Iskandar
Iskandar Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Program Studi Agribisnis

My Instagram https://www.instagram.com/iskandar.go.id/ Kegagalan Hari ini adalah kesuksesan yang akan datang, teruslah memperbaiki diri dan mengevaluasi.

Selanjutnya

Tutup

Money

Himbauan UMKM! Usaha Anda Terdaftar di Aplikasi Makanan Online? ShopeeFood? Hati-hati dengan Sales, Simak Info Ini

25 Oktober 2021   12:37 Diperbarui: 16 November 2021   10:37 2558
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Di era yang modern ini, sudah menjadi kebiasaan pola konsumen baru yaitu memesan makanan via online. Platform yang menyediakan layanan ini salah satunya Shopee Food. Ya, sebuah terobosan baru dari Aplikasi Shopee dan pesaing baru dalam bidang jasa makanan online.

Ribuan promo, voucher dan promosi terus digencarkan oleh ShopeeFood guna dapat bersaing dalam pasar. Mulai dari gratis ongkir, potongan total belanja, hingga cashback. Tak heran, ratusan sales ramai-ramai merekrut pedagang kaki lima agar terdaftar pada Shopee Food.

Loh? Kenapa kok pedagang kaki lima? Iya pedagang kaki lima, coba lihat deh sepanjang jalan kota banyak sekali pedagang kaki lima dan UMKM. Bukankah hal itu berarti, peran pedagang kaki lima sangat berarti?

Jika anda merupakan owner atau pemilik usaha UMKM / Pedagang kaki lima, anda jangan senang dulu jika orderan online meningkat begitu saja (sedangkan, anda merasa tidak mendaftarkan pada promo/ campaign yang diadakan oleh perusahaan terkait.

Masyarakat umumnya menganggap promo tersebut dibebankan/ditanggung oleh perusahaan bukan ke merchant. Hal ini sedikit keliru, mengapa? Sebab tidak semua promo ditanggung oleh perusahaan. Terdapat beberapa promo yang di subsidi oleh merchant.

Kita sepakat, bahwa usaha yang unitnya kecil memiliki kekurangan. Salah satunya tidak ada admin atau orang yang bekerja khusus untuk menangani administrasi seperti : email, in out aplikasi dan seterusnya.

Jika, anda merasa tidak mendaftarkan usaha anda pada campaign. Anda perlu segera periksa email anda. Bisa jadi, promo itu didaftarkan oleh sales Shopeefood/ PIC yang mengatasnamakan usaha anda.

Omong kosong kamu ? eits ga gitu ya sob, ini ada kejadian realnya,,,,

(Kasus ini sedang ditangani oleh Pihak ShopeeFood, dan akan saya tulis artikel yang akan datang membahas pelayanan Customer Service Shopee Food yang sangat baik)

Pada bulan Agustus lalu sales mengabari saya via WhatsApp bahwa terdaftar pada suatu Campaign dengan biaya yang dibebankan ke Merchant sejumlah Rp. 6.000,-/transaksi. Kalau kata salesnya "Cuman 6 rb aja" dan sangat terlihat sales tidak komunikatif.

Dokpri
Dokpri

(Kasus ini sedang ditangani oleh Pihak ShopeeFood, dan akan saya tulis artikel yang akan datang membahas pelayanan Customer Service Shopee Food yang sangat baik)

Ah, angka yang kecil! Namun, bagi usaha kecil ini akan menjadi beban biaya usaha yang cukup menjadi bebean. Mengapa? Contohnya, kita misalkan sehari ada 20 order x Rp.6.000 =Rp.120.000, selama 3 bulan(90 hari). Maka total beban promo ialah sejumlah Rp.10.800.000

Lumayan besar bukan? Dalam dunia usaha tindakan untuk mengembangkan usaha pasti perlu dihitung untung dan ruginya terlebih dahulu, barulah owner membuat keputusan.

Jika dibandingkan dengan si Hijau (Go-Foo*), layanan sales/PIC dari mereka sangat menghargai keberadaan kamiu selaku owner. Terlebih media promosi seperti banner, akrilik dll juga disipport dari perusahaan. setiap kali ada promo sales hijau lebih mengedepankan komunikasi tak jarang bahkan via telepon guna menjalin komunikasi dengan baik, mengingat owner ya tetap owner.

Di tulisan ini juga terlampir, bukti screenshoot kejadian yang saya alami. Sebut saja usah saya "X"

Pada 24 Oktober lalu saya mengecek email usaha, saya kaget ada Salinan Google Formulir untuk pendaftaran Promo Campaign [SMB Jabo] ShopeeFood Campaign, Periode Kampanye 17 November - 13 Januari TANPA SEPENGETAHUAN SAYA.

Dokpri
Dokpri

Ternyata pas saya buka salinan itu, formulir di isi oleh sales/PIC katanya. Loh kok gitu ya?

Mungkin, alih-alih kejar target untuk cuan namun berujung pada memposisikan diri sebagai pemilik usaha. (Gapunya hak milik usaha, tapi kok bertindak sebagai Pemilik utama Usaha ya )

Hal ini merupakan kali keduanya sales bertindak tidak sopan dan menggunakan data pribadi (Nama dan NIK) tanpa izin dan meng ACC segala S&K pada promo campaign tersebut. Sungguh tidak memiliki etika dan tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, pada hari itu juga saya langsung membuat Surat Pernyataan Penyalahgunaan Data Pribadi & Hak Merchant yang ditandatangani diatas materai. Suart tersebut saya kirim beserta lampiran lainnya, KTP Owner, Bukti Percakapan WA, dll.

Dokpri
Dokpri

Alhamdulilah direspon baik oleh CS Via email, dan hingga saat ini masi dalam proses. Semoga dapat sesuai harapan saya proses ini ditindak lanjutinya.... Aaaamiinnn........

Harapan saya semoga Pihak ShopeeFood dapat metraining lagi atau diperbaiki birokrasinya, mengingat dalam kasus ini seolah-olah sales yang mengatur segalanya tanpa persetujuan owner. Semoga hal ini tidak menimpa owner lain dan pihak ShopeeFood dapat menjadi lebih baik.

Tulisan ini dibuat untuk berbagi pengalaman, barangkali anda memiliki usaha mungkin boleh di cek ulang, khawatir terjadi hal yang sama.

Next artikel https://www.kompasiana.com/iskandar9999/619326b0c26b770d4a4874e2/oh-ternyata-begini-layanan-customer-service-shopeefood

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun