Namun, sandal dengan warna berbeda akan terlihat aneh, dan pemakainya harus kuat mental bila dipelototi orang lain.
Cara lain, dengan memberi tanda khusus, agar terlihat berbeda dengan punya orang lain. Tanda tersebut bisa dibuat dengan menggunakan spidol atau alat lain yang ada jejaknya.
Tapi, ada cara yang lebih praktis, karena tinggal membeli atau memesan saja, yakni dengan memakai sandal jepit ukir.
Sekarang ini memang lagi tren produk sandal jepit ukir yang membuat si pemakainya merasa senang, karena ada nilai seninya.
Siapa saja produsennya? Salah satu di antaranya adalah seorang pria bernama Rusdi yang tinggal di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumbar.
Kisah yang dilakoni Rusdi tersebut berawal dari iseng saja dengan mengukir sandal jepit. Tapi, justru sekarang menjadi bisnis yang mendatangkan cuan lumayan.
Rusdi mampu membuat lima hingga sepuluh pasang ukiran sandal setiap hari di sanggarnya.
Usaha kerajinan sandal ukir yang dilakukan Rusdi tersebut pernah diliput dan disiarkan oleh salah satu stasiun televisi nasional.
Ternyata bukan hanya di Padang, di kota lain pun ada pula pelaku usaha kecil yang membuat sandal jepit ukir.
Contohnya, di Jawa Tengah yang kebetulan atas inisiatif gubernurnya, ada program yang disebut dengan "Lapak Ganjar" yang bertujuan membantu pelaku UMKM.
Salah satu pelaku UMKM dimaksud adalah Lutfi Chakim yang dengan keahliannya mengukir sandal jepit, karyanya dilirik oleh bule asal Australia.