Memang, dilihat dari karakteristik tugasnya, Kementerian Keuangan merupakan kementerian yang paling banyak membutuhkan lulusan IESP.
Selain itu, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), banyak pula dihuni alumni IESP. Begitu pula dengan Bank Indonesia yang berfungsi sebagai bank sentral di negara kita.
Dosen menjadi peluang yang banyak diambil oleh lulusan IESP. Hanya saja, untuk menjadi dosen, saat ini minimal harus berijazah S-2.Â
Makanya, banyak juga lulusan S-1 dari berbagai fakultas yang langsung ikut program S-2, antara lain karena tertarik untuk menjadi dosen.
Apalagi jenis profesi yang mengincar lulusan IESP? Peneliti di berbagai lembaga riset, menjadi tempat berkarier yang tepat pula.
Beberapa lembaga independen yang terkenal sebagai think tank bagi persoalan ekonomi adalah Indef (Institute for Development of Economics and Finance), CSIS (Center for Strategic and International Studies) dan The Habibie Center.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi lahan pengabdian bagi banyak lulusan perguruan tinggi yang berjiwa idealis, termasuk lulusan IESP.
Jangan keliru, banyak perusahaan, terutama skala menengah ke atas (termasuk perusahaan BUMN), yang membutuhkan lulusan IESP.
Biasanya, alumni IESP tersebut direkrut untuk ditempatkan di kantor pusat, tepatnya di Divisi Perencanaan Strategis yang bertugas membuat corporate planning jangka panjang.
Ketika menyusun perencanaan tersebut, asumsi ekonomi makro (seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat suku bunga), menjadi dasar untuk proyeksi keuangan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Menarik pula mengamati perkembangan di bank-bank sejak belasan tahun terkahir ini. Hampir semua bank punya Chief Economist yang dibantu beberapa stafnya. Ini lagi-lagi keahliannya luluasan IESP.