Tapi, harus diingat, sama seperti saham dan uang kripto, bagaiamanpun NFT bersifat fluktuatif. Jadi, kalau akhir-akhir ini harga NFT turun terus, ya memang begitulah siklusnya.
Investasi di NFT memang harus siap mental, siap-siap sport jantung, adakalanya untung besar, tapi juga terkadang buntung besar. Jadi, jangan kaget melihat kondisi NFT saat ini.
Tapi, seorang investor yang jeli, biasanya "bergerak mendahului kurva". Maksudnya, jangan bergerak karena sekadar ikut-ikutan.Â
Kalau yakin kurva harga akan turun, investor yang jeli bergerak cepat dengan mendahului menjual. Bila baru menjual ketika harga sudah betul-betul turun, namanya sudah terlambat.
Ketika investor lain ramai-ramai membeli, jangan langsung ikut membeli. Analisis terlebih dahulu, apakah harganya sudah kelewat mahal? Kalau sudah terlalu mahal, tinggal menunggu waktu harganya akan terkoreksi menjadi lebih murah.
Soalnya, karena memang sifatnya fluktuatif, akan ada siklus turun setelah mengalami kenaikan, dan juga sebaliknya. Makanya, mengantisipasi siklus itu penting untuk memutuskan apakah akan sell, buy, atau hold.Â
Intinya, jika berminat berinvestasi dalam NFT perlu untuk selalu belajar, mengikuti perkembangan, dan mengasah insting. Jika merasa tidak sanggup untuk mengikuti, jangan membeli NFT karena sekadar ikut-ikutan.Â
Begitu juga bagi mereka yang tak kuat menanggung risiko dan tidak siap untuk sport jantung, lebih baik mencari produk investasi lain yang betul-betul dipahami dan berisiko relatif rendah.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H