Bayangkan, bila bukan 1 zak semen yang disumbang, tapi sebuah masjid secara utuh. Sungguh teramat besar pahalanya dan semoga teman saya itu mendapat limpahan pahala yang berlipat ganda.
Terlepas dari itu, saya merasa perlu menuliskan catatan bahwa apa niat yang terkandung dalam hati orang yang membangun masjid, menjadi hal yang sangat penting.
Soalnya, bukan teman saya itu saja yang membangun masjid. Saya juga mendengar banyaknya orang yang mempunya rezeki berlebih yang mendirikan masjid. Seorang saudara sepupu saya juga sudah melontarkan niatnya untuk melakukan hal yang sama.
Jauh sebelum itu, warga kota Depok, Jawa Barat, tentu sudah tahu dengan masjid yang sangat megah yang lebih terkenal dengan nama Masjid Kubah Mas.Â
Masjid yang juga menjadi objek wisata religi ini, menurut berita di media massa dibangun dan dimiliki oleh Dian Al Mahri, seorang wanita pengusaha asal Banten.Â
Kemudian ada lagi berita tentang seorang pengusaha, Jusuf Hamka, yang berencana membangun 1.000 masjid. Jelas, usaha yang positif seperti itu sangat besar artinya.
Namun demikian, akan lebih baik lagi bila keberadaan sebuah masjid baru tidak membuat "mati" masjid lain di sekitar itu. Jadi, lokasinya sebaiknya di tempat yang memang membutuhkan masjid.
Perlu diingat, fungsi masjid yang utama memang sebagai tempat beribadah, mengaji bersama, atau mengadakan acara siraman rohani dengan ceramah agama dalam rangka membangun sisi spiritual umat atau jamaah.
Tapi, fungsi sosial ekonominya juga perlu dibangun agar tercipta rasa persaudaraan yang kuat dan saling membantu antar jamaah. Maka, pemebenahan manajemen masjid menjadi hal yang tidak kalah pentingnya.
Saya lupa di mana saya mendengar ceramah atau membaca, bahwa akan datang suatu masa, di mana orang kaya seperti berlomba-lomba membangun masjid, tapi ironisnya jamaahnya sepi, sehingga masjid yang besar jadi mubazir.
O ya, selain orang kaya, fenomena yang menarik akhir-akhir ini adalah seperti adanya perlombaan membangun masjid agung antar pemerintah daerah.