Perlu diketahui, dalam sejarah keikutsertaan PAN di setiap pemilu sejak tahun 1999, raihan persentase suara yang dikumpulkannya, tak pernah mencapai dua digit.Â
Rekor terbaik PAN terjadi pada tahun 2014. Ketika itu PAN berhasil merebut 7,6 persen suara. Namun dari sisi jumlah kursi parlemen, rekor tertinggi adalah tahun 2004 saat mendapat 53 kursi.
Strategi PAN untuk naik peringkat mau tak mau harus mampu menjangkau warga di luar Muhammadiyah. Untuk itu, pengurus PAN juga harus mencerminkan latar belakang yang beragam.
Tampaknya hal itu disadari oleh sebagian fungsionaris PAN yang ingin menjauh dari bayang-bayang Amien Rais. Seperti saat mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), 7 Desember 2019 lalu di Hotel Millennium Jakarta, kelompok yang pro Zulkifli Hasan agar terpilih kembali sebagai Ketua Umum PAN terlihat berseberangan dengan Amien.
Amien Rais perlu menyadari bahwa ketokohannya di PAN tidak sama dengan Megawati yang amat dipatuhi di PDIP. Demikian juga dengan Prabowo di Gerindra, SBY di Demokrat, atau Surya Paloh di Nasdem.
Namun masalahnya, PAN juga tidak banyak punya kader yang berkualitas. Kalau Amien Rais menghendaki anaknya Hanafi Rais untuk jadi Ketua Umum PAN, masih terlalu dini dan  sulit diakomodir kelompok yang pro Zulkifli Hasan.
Figur lain yang mungkin bisa jadi alternatif ketua umum adalah Wali Kota Bogor Bima Arya. Sedangkan para artis yang banyak menjadi kader PAN belum ada yang menonjol sebagai politisi.
Jadi memang sulit bagi PAN untuk naik kelas jadi partai papan atas. Zulkifli Hasan terlihat biasa-biasa saja, tak banyak terobosannya dan gagal mendongkrak suara di pileg 2019.
Kader lain yang menjanjikan tidak banyak, sementara Amien Rais yang mulai kehilangan kharisma masih ingin menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan. Amien belum legowo seperti mantan ketua umum PAN lain, Sutrisno Bachir dan Hatta Rajasa.
Kapan pemilihan Ketua Umum PAN memang belum diputuskan, tapi diperkirakan sekitar Maret 2020. Masalahnya, siapapun yang terpilih, mungkin label sebagai partai modern yang masih gurem, tetap melekat.