Nah supaya saya bisa menulis dengan baik, tentu saya harus memperoleh materi dengan banyak membaca, berdiskusi, atau melakukan pengamatan. Dengan demikian, menulis membantu saya untuk menambah wawasan juga.
3. Belajar Menulis yang Baik
Selain menambah wawasan, aktivitas menulis juga melatih kita untuk belajar menulis yang baik. Seiring berjalannya waktu, kemampuan kita untuk menulis artikel juga akan semakin baik. Tanpa disadari kita akan membandingkan karya kita dengan karya penulis lain.
Mana yang perlu diubah, mana yang perlu dipertahankan, apa yang harus dihilangkan atau ditambahkan, bagaimana struktur yang baik, ejaan yang benar, kata yang baku, kapan harus menggunakan bahasa yang formal, kapan harus menggunakan bahasa populer, dan lain sebagainya.Â
Tujuannya tentu supaya pembaca merasa nyaman dan mudah memahami apa yang ingin kita sampaikan. Hal-hal semacam ini pada akhirnya akan membentuk gaya menulis yang khas untuk kita sendiri sehingga para pembaca dapat mengenali langsung penulisnya dari gaya bahasa.
4. Melatih Rasa Tanggung Jawab atas Isi Tulisan
Jujur, saya senang bukan main apabila tulisan saya bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi pembaca. Ketika mereka menunjukkan apresiasi atas karya kita, rasanya mau terbang ke langit (halah, lebay!).
Sudah beberapa kali saya pernah dihubungi oleh pembaca, khususnya adik-adik kelas mahasiswa, karena artikel yang saya tulis di Kompasiana.Â
Kebanyakan dari mereka meminta saya menjadi narasumber untuk tugas akhir atau skripsi yang sedang mereka susun.
Tentu dengan senang hati saya menerimanya, karena saya termasuk orang yang sangat mendukung pendidikan. Meski tidak ada imbalan apapun yang mereka berikan, saya merasa senang bisa membantu mereka berhasil dalam pendidikannya.
Nah, hal-hal semacam inilah yang menjadi motivasi saya untuk terus menghasilkan tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan supaya bisa bermanfaat bagi orang lain.Â
Tanpa disadari, saya berlatih untuk mencari sumber terpercaya (jika memang diperlukan) sebagai referensi tulisan saya. Apalagi jika topiknya terkait kesehatan.
Tentu sumpah saya sebagai Apoteker yakni menggunakan ilmu pengetahuan saya untuk membantu masyarakat harus tetap saya aplikasikan meskipun secara tidak langsung, yakni melalui tulisan. Dengan demikian saya tidak memberikan informasi kesehatan yang keliru apalagi hoax.