Kompasianer, coba sebutkan spot-spot tempat wisata kalau sedang mengunjungi Ancol? Pastinya tidak jauh-jauh dari Dunia Fantasi, Gelanggang Samudera, Sea World, Atlantis dan berbagai macam sudut pantai dan restoran bukan?
Tapi tahu tidak, ada satu spot bertemakan wisata sejarah di dalam kompleks Taman Impian Jaya Ancol ini? Namanya Ereveld Ancol. Apa tuh?
Sebenarnya sudah lumayan lama saya mengetahui tempat ini, tapi tidak tahu kalau ternyata juga dibuka untuk umum. Ereveld Ancol adalah kompleks Makam Kehormatan Belanda, sehingga lebih dikenal orang dengan sebutan kuburan atau makam Belanda. Letaknya agak tersembunyi di ujung kompleks Taman Impian Jaya Ancol, dekat Bende Raksasa Ancol. Jadi wajar saja tempat ini kurang mentereng di hadapan pengunjung. Kita akan melewatinya jika akan berkunjung ke beberapa restoran seperti Jimbaran, Segarra atau Ancol Beach City Mall.

Semua korban perang yang dimakamkan di Ereveld Ancol dieksekusi secara kejam oleh tentara Jepang, meski tidak semua dieksekusi di daerah Ancol ini. Banyak korban perang yang tulang belulangnya ditemukan di daerah-daerah lain di Indonesia, kemudian dibawa ke Ancol untuk dimakamkan secara layak. Menurut salah seorang saksi mata, eksekusi tawanan di Ancol dilakukan oleh tentara jepang di bawah pohon Alianthus excelsa atau dikenal juga sebagai Hemelboom (Pohon Surga).

They shall grow not old, as we that are left grow old:
Age shall not weary them, nor the years condemn.
At the going down of the sun and in the morning
We shall remember them. We shall remember them.
Korban yang telah dieksekusi kemudian ditumpuk di salah satu sudut yang kini pada sudut tersebut didirikan sebuah monumen bernama Algeement Monument. Pada monumen yang berbentuk figur malaikat ini tertulis moto dinas pemakaman tentara dengan cat emas yakni, "Hun geest heft overwonnen" yang berarti "Jiwa mereka telah menang".Â
Sementara itu, pada bagian bawahnya terdapat sebuah lempengan yang bertuliskan "ter eerbiedige nagedachtenis aan de vele ongennoemden die hun leven offerden en niet rusten op de erevelden" yang berarti "dengan penuh hormat dari banyak orang yang tidak disebutkan namanya yang mengorbankan nyawa mereka dan tidak beristirahat di ladang kehormatan".

Ada lima jenis bentuk nisan berbeda untuk korban pria Kristen, wanita Kristen, Muslim, Buddha, dan Yahudi. Sementara itu, nisan untuk makam massal juga berbeda. Nisan-nisan ini awalnya terbuat dari kayu jati, namun belakangan nisan-nisan tersebut diganti dengan beton supaya tahan dengan cuaca pesisir yang lembab dan asin.

Sebelumnya ada 22 Ereveld yang tersebar di seluruh Indonesia yang dibangun dalam rentang tahun 1946 -- 1950 oleh Dinas Pemakaman Tentara milik Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Kemudian atas permohonan Pemerintah Indonesia, ke-22 Makam Kehormatan Belanda dikumpulkan di Pulau Jawa. Saat ini ada 7 Makam Kehormatan Belanda tempat hampir 25,000 korban perang dimakamkan, baik dari kalangan militer maupun sipil. Ketujuh Ereveld itu adalah Ereveld Menteng Pulo dan Ereveld Ancol di Jakarta, Ereveld Pandu dan Ereveld Leuwigajah di Bandung, Ereveld Kalibanteng dan Ereveld Candi di Semarang, serta Ereveld Kembang Kuning di Surabaya.

Sukar dipercaya bahwa kompleks Ereveld ini pernah beberapa kali kebanjiran akibat rembesan air laut. Maklum, kompleks Ereveld ini berada pada titik terendah dari seluruh kompleks Ancol dan tanggul saat itu hanya berupa tanah, batu dan tembok beton. Akibatnya rumput dan nisan pun menjadi rusak.


Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI