Sayangnya ketika fakta di lapangan berbeda dengan ekspektasi, mereka cenderung menunggu hingga ada yang sesuai. Ada juga yang memutuskan untuk melanjutkan kuliah lagi daripada dianggap pengangguran.Â
Permasalahannya adalah sistem pendidikan di Indonesia cenderung membosankan sehingga tidak mengajarkan nilai-nilai kreativitas dalam pembelajaran. Jika kampus mampu membuat orang jadi lebih kreatif tentu akan ada banyak pengusaha muda yang bisa melihat peluang. Padahal dengan sumber daya alam yang begitu banyak, ada banyak sekali peluang usaha.Â
Jumlah pengusaha di Indonesia sendiri hanya kurang lebih 3% dari total jumlah penduduk. Hal ini tentu sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga (Malaysia) yang memiliki jumlah pengusaha 6% dari total jumlah penduduk. Seharusnya dengan jumlah penduduk yang banyak akan ada banyak juga pengusaha yang bertumbuh di negeri ini.Â
Berhubung sudah pernah memasuki bangku kuliah, ada 3 hal yang ingin aku katakan kepada yang atau akan memasuki bangku kuliah.Â
1. IPK penting namun, jangan lupa untuk belajar banyak hal lain di luar kelas.Â
Ketika memasuki dunia kampus artinya kita dituntut untuk bertanggung jawab untuk belajar dengan rajin dan menyelesaikan kuliah. Meskipun bukan penentu utama kesuksesan namun, IPK tetap penting. Bagiku IPK di atas 3 sudah cukup membuktikan kalau kita bertanggung jawab di bangku kuliah.Â
Di bangku kuliah ada banyak sekali fasilitas untuk belajar. Belajar cara berkomunikasi, ada organisasi tempat kita bisa belajar berkomunikasi. Ingin menjadi seorang pengusaha? Ada banyak forum di bangku kuliah dan juga dana hibah untuk modal.Â
2. Tekunin hobi dari bangku kuliah.Â
Satu hal yang aku sesali adalah baru menekuni hobi menulis di umur 24 tahun. Padahal aku sudah mulai ikutan kompetisi menulis sejak SMA namun, tidak pernah memperdalam hobi lebih dalam.Â
Hobi apapun itu bisa mendatangkan uang dan aku percaya itu. Ada teman yang hobi sekali dengan make up dan mulai membuat akun youtube sejak kuliah. Tentunya sekarang ia sudah bisa menghasilkan uang dan telah memiliki 200 ribu pengikut di youtube.Â
3. Perluas lingkup pertemanan dan cari mentor yang tepat.Â