Mohon tunggu...
Irfan Fandi
Irfan Fandi Mohon Tunggu... Buruh - Menulis dan Membaca adalah suatu aksi yang bisa membuat kita terlihat beda dari orang yang disekitar kita

Email : irvandi00@gmail.com || Suka Baca dan Nonton Film || Pekanbaru, Riau ||

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Pengalamanku sebagai Pasien Covid-19

24 November 2020   22:41 Diperbarui: 24 November 2020   23:23 220
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hallo rekan Kompasiana, Aku akan berbagi cerita tentang pengalaman pribadiku sebagai Pasien Covid-19. Aku terpapar virus corona pada tanggal 30 Agustus 2020 pada saat masih bekerja di lapangan, pada saat itu kondisi tubuhku sudah tidak enak dan meriang. Sesampai balik kantor dari lapangan kunjungan, aku merasakan semua badan terasa panas dan kepala pusing, aku langsung segera bergegas pulang untuk istirahat. 

Panas ini tak kunjung mereda sehingga membuat aroma penciuman dan perasa mulai tidak berfungsi dengan semestinya, semua yang kumakan tidak terasa apa-apa, sehingga aku mulai panik dan takut akan wabah penyakit virus covid-19 ini. 

Keesokan harinya aku beranikan diri untuk test rapid dan hasilnya Non-Reactive, aku merasa lega dan hingga aku disuruh untuk test Swab disalah satu Puskesmas terdekat untuk lebih memastikan lagi, karena salah satu rekan team kerjaku sudah dinyatakan positif terpapar virus corona.

Aku Mulai panik dan bingung menunggu hasil swab yang keluar menunggu waktu 3 hari untuk tahu hasilnya, karena sample swab yang diambil dikirim ke ibukota untuk di-test laboraturium agar mengetahui hasilnya positif atau negatif. Sehingga hari yang dinanti pun datang dan aku dinyatakan Positif oleh salah satu Dokter yang menghubungiku dan mengabariku bahwasanya hasil swab kemarin sudah keluar dan Positif.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Aku berusaha tenang dan sabar menghadapi setiap ujian kehidupan ini, aku berusaha menghubungi orang-orang di sekitarku dan keluarga serta sahabat terdekat untuk kondisiku saat itu. Semua kaget dan simpatik melihat kondisiku yang mulai panik dan bingung, alhamdulillah rekan team kerja, keluarga dan sahabat memberikan support serta doa kepadaku setiap hari tanpa henti untuk kesembuhanku.

Mereka memberikan dukungan moril agar aku selalu tetap semangat dan patuh dalam menjalani protokol penanganan yang diberikan oleh tim medis agar cepat sembuh dan pulih kembali dan bisa berkumpul lagi bersama mereka semua dan keluarga serta sahabat terdekat. Isolasi yang kujalani lumayan lama karena hasil swab yang dilakukan jika hasilnya masih negatif akan selalu dipantau dan diberikan pelayanan untuk sembuh.

Setiap hari aku mendapatkan dukungan dan perhatian dari keluarga melalui video call bersama-sama agar aku merasa tidak sendirian karena diruang isolasi aku hanya sendiri di dalam kamar dan tidak ada yang menemani di dalamnya kecuali perawat masuk ketika waktu jam berkunjung untuk memberikan makan dan obat.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Aku diisolasi selama 13 hari di rumah sakit, pelayanan rumah sakitnya juga baik dan tim medisnya selalu ramah dan memberikan semangat baru setiap kali masuk dan memberikan obat untuk diminum. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun