Saya pikir mengapa mereka tidak dibiarkan saja masuk Jakarta dan kota-kota besar lainnya?
Lebih bagus lagi kalau ada yayasan nirlaba yang menampung dan memberi pendidikan dasar kepada para calon pramuwisma itu untuk kemudian disalurkan kepada pemberi kerja, dengan mengganti ongkos yang real, bukan mencari untung apalagi jika sampai memotong gaji si Mbak.
Saya sangat senang mendengar Pak Ahok, berkata bahwa isterinya pun berpesan kepada pembantu rumah tangganya kalau ada saudara di kampung yang mau bekerja supaya dibawa saja datang.
Semoga dengan pernyataan Pak Ahok ini para kaum urban pencari kerja mendapat perhatian dan perlakuan baik dari pihak-pihak terkait dan tidak lagi diuber-uber dengan segala macam operasi.
Asal mereka tertib dan mematuhi peraturan yang berlaku.
Yang penting kan ada yang bertanggung jawab menampung dan memberinya pekerjaan? Bukan begitu, Pak Ahok?
Sayang siaran Metro TV yang menayangkan wawancara Pak Ahok ini, tidak sempat saya saksikan secara utuh, tetapi saya berusaha memotretnya ketika beliau dikerumuni saudara-saudara wartawan :)
[caption id="attachment_351680" align="aligncenter" width="300" caption="Pak Ahok diwawancara di Metro TV, 4 Agustus 2014"]
Sekarang liburan lebaran sudah usai, semuanya akan kembali beraktivitas dengan rutinitasnya.
Ibu-ibu rumah tangga, terutama yang merangkap sebagai wanita karier sebagian masih berwajah muram, pusing karena Mbaknya belum kunjung datang.
Sebagian lagi telah lega dan bersorak: