Mohon tunggu...
Irawan Abidin
Irawan Abidin Mohon Tunggu... Buruh - Mahasiswa Pertanian

Selamat datang di koran sawit perkebunan dan pertanian masa kini YT: Koran Sawit Media Center "Koran Sawit"

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

4 Alasan Kerja di Perkebunan Kelapa Sawit

21 Juni 2023   05:29 Diperbarui: 21 Juni 2023   05:31 4048
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar Pribadi Irawan Abidin 

Muara Bungo- Kerja merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan karyawan dengan perusahaan atau melibatkan kedua belah pihak.

Bekerja yang menyenangkan adalah bekerja yang didasari dari hati serta perasaan yang menjiwai pekerjaan yang sedang kita lakukan.

Secapek manapun kerja asalkan dilakukan dengan hati serta niat yang sudah di tanamkan didalam hati pasti pekerjaan seberat apapun terasa mudah dan ringan.

Melihat data masyarakat pengaguran di Indonesia mengutip dari Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2023 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,99 juta orang ( Sumber BPS).

Melihat data tersebut jika kita bandingkan dengan luasan perkebunan kelapa sawit mencapai 16.38 juta ha, ini menandakan dengan luasan lahan yang luas maka masih mempunyai peluang untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit.

Namun saat memulai bekerja apakah sahabat sawit sudah menentukan pilihan mana yang akan kita pilih kerja demi memenuhi kebutuhan keluarga??

Yap, tepat sekali pilihan dan alasannya saat kita milih bekerja sebagai seorang petani terutama petani kelapa sawit, dengan memilih bekerja di dunia perkebunan kita rasa sesuatu pilihan yang tepat untuk bekerja.

Bekerja di perkebunan kelapa sawit dinilai menjadi suluktif dalam memilih pekerjaan bagi masyarakat Indonesia yang sekarang tengah sempit mencari pekerjaan.

Berikut ada 4 Alasan bagi sahabat sawit untuk bekerja di dunia perkebunan kelapa sawit seperti apa itu? Berikut ulasannya:

1. Ketenangan Bekerja 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun