Wulai dan Kalimantan adalah dua tempat berlainan. Bermil-mil jaraknya. Satu di indonesia, lainnya di Asia Pasifik. Namun suku Atayal dan Dayak bagi saya seperti sekeping mata uang. Dengan dua sisi berlainan. Memperhatikan pakaian, adat dan budaya di Wulai serupa dengan Suku Dayak.
Saya ingat seorang kawan dekat keturunan dayak pernah bercerita bahwa ada keterkaitan antara orang Dayak dan suku-suku asli di China. Mereka dari China eksodus ke daratan lain, beratus ratus tahun lalu. Salah satu kelompok ada yang sampai di daratan Kalimantan.
Ini hanya berdasar cerita tutur masyarakat setempat. Maknanya ada keyakinan, kemungkinan nenek moyang suku dayak dari china. Entahlah, saya bukan ilmuwan.
Sound of borobudur yang saya resapi malam tadi, menjadi katalis. Mengantarkan jiwa saya berkelana. Di beberapa sudut tempat. Apa yang menyebabkan saya melakukan lompatan-lompatan ingatan di dua kutub kehidupan yang bermil-mih jaraknya adalah sebab dawai. Alat musik yang dimainkan dengan irama yang indah.
Dawai hanya salah satunya saja. Alat musik lain juga digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Iie dan Bujana. Seperti seruling, gendang dan kerincingan.
Siapa sangka alat-alat musik yang ditampilkan para musisi kondang ini adalah alat musik original dari masa 1300 tahun lampau. Tergambar di relief Candi Borobudur, Magelang.
Itu artinya ratusan abad silam, nenek moyang kita sudah memainkan berbagai jenis alat musik. Terbukti dari dengan gambar relief Candi Borobudur. Boleh jadi kala itu, Borobudur pusat musik dunia.
Tepatnya, panel gambar itu adalah bagian relief Karmawibhangga. Posisinya di dasar candi. Kini sudah ditutup bebatuan untuk penyangga kekuatan candi. Sehingga relief sudah tidak bisa dilihat langsung. Bila ingin tahu relief yang dimaksud, hanya bisa melihat dokumentasi foto yang ada.
Di bagian yang tertutup, terdapat beberapa panel yang menggambarkan ragam instrumen musik (waditra).
Dari gambar muncul pemikiran untuk merekonstruksi berbagai jenis alat musik yang ada di relief candi. Merepresentasikan orkestra 13 abad silam ke masa kini.