Lucunya, sebagai ganti, hp ayahnya yang jadi mangsa. Mereka tahu ayahnya tidak akan marah. Makanya rajin juga keduanya merayu supaya ayah mau meminjamkan hpnya.
Sementara itu, menyiapkan kue lebaran dari orderan yang sudah masuk di awal puasa, sudah jadi keharusan yang tak boleh ditawar. Kalau saya malas, kredibilitas saya akan diragukan. Pada semua pelanggan, saya harus tepat janji. Tidak boleh meleset. Sebab kepercayaan mereka jadi modal utama kebersinambungan hobi baking saya di masa depan.
Sibuk dengan orderan kue. Si bungsu masih butuh perhatian ekstra. Usianya baru genap 2 tahun. Masih belum bisa lepas dari ASI (air susu ibu). Tambah dua anak yang tengah berlatih puasa pun butuh kesabaran ganda.
Bersyukur keadaan tertolong dengan kehadiran kak lung, anak sulung saya yang baru lulus SMA. Ia banyak mengambil alih tugas-tugas rumah. Menjadi asisten setia saat baking bersama. Juga merangkap jadi editor video dan foto untuk konten di Kompasiana. Tanpa dia, saya tak sanggup bertahan menulis hingga hari ini. Terlebih saat menghadapi tantangan-tantangan di THR Kompasiana tiap minggunya.
Saya memang kadang hunting foto sendiri. Hitung-hitung untuk rekreasi. Biasanya kak lung sangat kritis dengan ide dan saran kreatifnya. Inilah yang meningkatkan pertahanan saya. Sehingga siang puasa terasa ringan, malam masih bisa beribadah dengan leluasa.
Satu lagi, peran suami dalam misi saya ini pun tidak bisa dianggap enteng. Saat off kerja, Ia banyak membantu menenangkan anak-anak. Ketika saya sudah mulai masuk "waktu ruwet", suami harus siaga.
Kadang saya butuh tukang siang ikan, tukang pasang gas, tukang galon, dan segala macam. Bahkan hingga tukang foto dan tukang shooting untuk konten tantangan pun suami ikut turun tangan
Saya merasa menjadi manusia sangat beruntung. Dengan keinginan kuat menyelesaikan tulisan di THR Kompasia hingga finish, seisi rumah menjadi squad penyemangat yang sangat solid.
Sekilas kesibukan ramadhan ini terkesan memaksakan diri. Ya, saya memang sedang memaksa diri untuk terus menulis pada bulan ini. Harapan saya, usai lebaran nanti saya bisa memulihkan ingatan. Menyusun kembali sketsa tulisan panjang yang menghilang bersama matinya laptop saya beberaapa waktu lalu.
Kalau pun di THR ini ada banyak hadiahnya, itu hanya booster. Jika menang, berarti dapat bonus. Kalau tidak, kan sudah dapat manfaat dari membiasakan diri tetap menulis. Semoga dapat manfaat besar untuk apa yang tengah saya angankan.