KONFLIK
Komunikasi tidak hanya terjadi pada internal tetapi juga eksternal. Bahkan interaksi komunikasi sosial yang dilakukan manusia itu terdengar biasa tapi dapat memberikan pengaruh, dampak persepsi yang sangat besar. Maka tidak heran jika millenials sering menuai konflik. Konflik yang timbul biasanya bentuk ujaran kebencian seperti bentuk penghinaan, menghasut, provokasi, pencemaran nama baik, dan sebagainya.
Terlepas dari banyaknya kejadian yang terjadi didalam sebuah proses komunikasi, tidak menutup kemungkinan akan adanya perbedaan antara komunikator dengan komunikan, dimana masing-masing pihak memiliki pandangan yang berbeda antara kedua belah pihak atau lebih. Biasanya konflik terjadi karena adanya pertentangan pandangan dan hasrat ingin tercapainya suatu tujuan dan tercukupinya kebutuhan masing-masing. Konflik bukan suatu kejadian yang obyektif dan fakta, melainkan konflik akan selalu ada didalam benak orang-orang yang terlibat.
Faktor konflik biasanya adanya sikap untuk mempertahankan peraturan-peraturan kaku. Dengan kepribadian yang egoistis, tempramental, sikap fanatic, dn sikap otoriter.
Cara Mengatasi KonflikÂ
Dalam menyelesaikan suatu permasalahan bukanlah hal yang sederhana, melainkan cepat atau tidaknya suatu konflik dapat diatasi tergantung pada kesediaan dan keterbukaan pihak-pihak yang bersengketa, dan adanya kemampuan pihak ketiga dalam menangani konflik yang muncul.
1. Adanya sikap pendekatan dan hasrat untuk menjalani hubungan yang lebih baik.Â
2. Adanya proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan masing-masing secara terbuka dan jujur tidak melanggar hak asasi manusia.
3. Berusaha untuk mengubah posisi lain, dengan menunjukkan kerugian yang timbul diiringi dengan bukti yang factual, dan menunjukkan bahwa usul kita itu menguntungkan.
Juga bisa dilakukan dengan cara forum tanpa dibarengi dengan sikap agresif, dan diiringi dengan sikap asertif. Karena sikap asertif adalah salah satu dari banyaknya cara upaya untuk meningkatkan dan membentuk intensitas interaksi sosial agar saling memahami kepentingan antara satu dengan yang lain.
Sikap AsertifÂ
Sikap asertif melatih seseorang agar dapat menerapkan seni keterampilannya dalam berkomunikasi yang memiliki peran penting untuk mengatasi konflik. Sikap asertif, seni kemampuan diri dalam berkomunikasi secara jujur, tegas, dan lugas, dan mampu menghargai perasaan orang lain.Â