Dinamika politik berdetak kencang seirama terbangunnya pilar koalisi dan oposisi. Ritme perjalanan demokrasi itu sangat ditentukan oleh komitmen untuk tetap konstruktif, bahkan di dalam poros oposisi | Ino Sigaze.
Perhitungan matematis dalam berpolitik selalu tidak bisa dipisahkan dari kenyataan oposisi dan koalisi. Oposisi dan koalisi merupakan dua tiang besar yang menopang demokrasi.
Pilar penopang kekuatan demokrasi sangat ditentukan oleh keseimbangan antara oposisi dan koalisi. Meskipun demikian, dalam perjalanan sejarah telah terbukti bahwa atas nama keseimbangan demokrasi, oposisi bisa berubah menjadi koalisi.
Apa itu Oposisi dalam Konteks Politik?
Oposisi berasal dari kata latin oppositio yang berarti sebaliknya (entgegensetzte). Meskipun secara harafiah berarti sebaliknya, itu tidak berarti seperti suatu kekuatan politik yang menegasikan gerakan pembangunan pemerintah, tetapi lebih dalam arti menjadi kekuatan pembanding dengan tawaran perspektif yang menyejukkan hati.
Dalam arti itu sebenarnya berdiri di rel oposisi tidak berarti menghadirkan kekuatan destruktif, tetapi sebaliknya bertanggung jawab dalam menghadirkan kekuatan konstruktif yang kritis dan memperkuat demokrasi.
Oleh karena itu, pada prinsipnya sebuah negara tanpa kekuatan oposisi sebenarnya tidak ideal, karena seakan-akan semua kebijakan tanpa perlu dikritisi.
Tidak heran, jika orang mengatakan bahwa oposisi itu penting agar demokrasi kita sehat dan seimbang dan tidak sewenang-wenang berdasarkan kemauan sendiri.
Dinamika Politik dan Logika Umum yang Tidak Otomatis
Di mata publik barangkali kenyataan perubahan dari oposisi ke koalisi itu tidak menarik, namun orang perlu tahu bahwa politik adalah sebuah dinamika.Â