"HIV/AIDSÂ merupakan suatu penyakit menular yang sangat mematikan dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini." Ini lead dalam berita "Tiga Dosen FKK Unusa Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Dini HIV/AIDS" (unusa.ac.id, 13/6/2024).
Ada beberapa hal yang tidak akurat pada lead berita di atas, yaitu:
Pertama, HIV/AIDS bukan penyakit menular karena HIV adalah virus (ini yang menular), sedangkan AIDS bukan penyakit tapi kondisi pada orang-orang yang tertular HIV yang muncul antara 5-15 tahun setelah tertular jika tidak menjalani pengobatan dengan obat antiretroviral (ART -- antiretroviral theraphy).
Kedua, HIV/AIDS tidak mematikan karena belum ada kasus kematian karena HIV atau karena AIDS. Kematian pengidap HIV/AIDS terjadi karena infeksi oportunistik di masa AIDS, seperti TBC, diare dan lain-lain.
HIV adalah virus yang tergolong retrovirus yaitu virus yang bisa menggandakan diri. Dalam hal ini HIV menggandakan diri di sel-sel darah putih manusia yang dijadikan semacam 'pabrik.' Virus yang baru kemudian menggandakan diri lagi di sel darah putih yang lain. Akibatnya, banyak sel darah putih yang rusak sehingga terjadi masa AIDS.
Disebutkan dalam berita: Sebagian masyarakat relatif belum mengetahui tentang resiko penularan HIV/AIDS.
Ini juga tidak akurat karena yang terjadi adalah masyarakat hanya dijejali dengan informasi HIV/AIDS yang dibalut dengan norma, moral dan agama sehingga menenggelamkan fakta medis tentang HIV/AIDS dan menyuburan mitos (anggapan yang salah) tentang HIV/AIDS.
Itu bisa disimak dari materi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang HIV/AIDS yang selalu dibumbui dengan norma, moral dan agama.
Baca juga: Kasus HIV/AIDS pada Remaja Akibat Materi KIE HIV/AIDS yang Hanya Mitos
Sejak pemerintah mengakui di Indonesia sudah ada HIV/AIDS yaitu pada tahun 1987, sementara epidemi HIV/AIDS secara global sudah ada sejak tahun 1981, sosialisasi tentang cara-cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS sudah dilakukan. Hanya saja hasilnya nol besar karena KIE yang hanya sebatas mitos.