Hal yang tidak masuk akal di fasilitas kesehatan di Indonesia adalah status pasien (medical record) bisa dibaca oleh perawat dan tenaga administrasi. Ini jelas perbuatan melawan hukum karena medical record adalah rahasia jabatan dokter.
Disebutkan pula oleh Sidibe: "Pendekatan yang berpusat pada keluarga dan juga pendekatan berbasis masyarakat akan menjadi upaya utama kita di masa depan, jika kita ingin benar-benar menjangkau jutaan orang yang belum tahu status mereka dan masih terus menulari orang lain." Â Â
Seperti disebutkan di atas HIV/AIDS yang sampai ke masyarakat bukan fakta medis, tapi mitos. Banyak orang yang sering melalukan perilaku berisiko tertular HIV, seperti hubungan seksual, di dalam dan di luar nikah, dengan pasangan yang berganti-ganti, tapi tidak menyadari ada risiko tertular HIV karena yang beredar di masyarakat HIV memular melalui zina dengan pekerja seks komersial (PSK) di lokasi atau lokalisasi pelacuran.
Banyak orang yang melakukan perilaku berisiko bukan dengan PSK tidak di lokasi pelacuran sehingga mereka menganggap hal itu tidak berisiko tertular HIV [Baca juga: Media (Masih) Menyuburkan Mitos].
Maka, yang diperlukan adalah penyebaran informasi HIV/AIDS, cara-cara penularan dan pencegahan, yang akurat berdasarkan fakta medis bukan infomasi yang dibumbui dengan norma, moral dan agama. *
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H