Mohon tunggu...
Asep Indra Niagara
Asep Indra Niagara Mohon Tunggu... Guru - Guru di SMK Negeri 1 Talaga

Guru yang punya hobi belajar dan nonton

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Aksi Nyata Modul 1.4 - Budaya Positif

19 November 2022   12:02 Diperbarui: 19 November 2022   12:08 167
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 4. Murid mencurahkan ide. Dok. pribadi

AKSI NYATA MODUL 1.4

Menciptakan Budaya Positif Dengan Melaksanakan Keyakinan Kelas

 

disusun oleh :

 

Asep Indra Niagara

CGP Angkatan 6 SMK Negeri 1 Talaga

Kab. Majalengka

A. Latar Belakang

Budaya positif adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada peserta didik agar peserta didik dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Budaya positif dilaksanakan dalam upaya menumbuhkan self discipline peserta didik adalah menanamkan motivasi intrinsik pada peserta didik untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Salah satu budaya positif yang dapat dikembangkan dan diterapkan adalah keyakinan kelas.

Keyakinan kelas yaitu nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati secara tersirat dan tersurat, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama. Keyakinan kelas sangat penting untuk mewujudkan budaya positif di sekolah. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan tertulis tanpa makna. Murid-murid pun demikian, mereka perlu mendengarkan dan memahami arti sesungguhnya tentang peraturan-peraturan yang diberikan, apa nilai-nilai kebajikan dibalik peraturan tersebut, apa tujuan utamanya, dan menjadi tidak tertarik, atau takut sehingga hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan-peraturan yang mengatur mereka tanpa memahami tujuan mulianya

B. Tujuan

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka yang menjadi tujuan dalam tindakan nyata ini adalah sebagai berikut :

1. Memupuk keberanian murid dalam menyampaikan pendapat tentang keyakinan kelas yang ingin disepakati

2. Menumbuhkan motivasi instrinsik dari dalam diri murid dalam melaksanakan keyakina kelas

3. Menumbuhkan nilai-nilai kebajikan dalam diri murid

4. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan dalam mendukung proses pembelajaran yang berpihak pada murid

5. Tercapainya VISI yang menjadi impian sekolah

C. Tolak Ukur

Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini sudah dilakukan dan untuk mengontrol kegiatan agar tetap terarah pada tujuan yang sudah ditetapkan, maka tolak ukur yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Terbentuknya keyakinan kelas yang telah disepakati Bersama

2. Murid mampu melaksanakan keyakinan kelas yang telah disepakati bersama secara sadar tanpa paksaan

3. Murid mampu melaksanakan keyakinan kelas dengan konsisten dan berkelanjutan

4. Murid merasa aman, nyaman dan Bahagia

5. Terciptanya budaya positif di sekolah

D. Lini masa tindakan yang akan dilakukan

  • Membuat perencanaan terkait pelaksanaan Aksi Nyata (23 Oktober 2022)
  • Melakukan koodinasi dengan Kepala Sekolah terkait dengan rencana Aksi Nyata (24 Oktober 2022)
  • Membuat, menyepakati dan meyakini keyakinan kelas (25 -- 27 Oktober 2022)
  • Melakukan sosialisasi kepada Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru terkait keyakinan kelas dalam Mewujudkan Budaya Positif di Sekolah (3 November 2022)
  • Melaksanakan keyakinan kelas (berkelanjutan)

E. Dukungan yang dibutuhkan

Dalam menjalankan tindakan aksi nyata dibutuhkan dukungan dari seluruh warga sekolah diantaranya adalah :

1. Dukungan dari semua warga sekolah khususnya Kepala Sekolah sebagai pemangku kebijakan, rekan-rekan guru serta tenaga kependidikan untuk bersama-sama dalam melaksanakan Budaya Positif di Sekolah

2. Kolaborasi yang baik sesama guru dalam membuat, menyepakati dan melaksanakan keyakinan kelas secara konsisten dan berkelanjutan

3. Sarana prasana untuk mensosialisasikan terkait rencana Aksi Nyata

4. Media (alat dan bahan) dalam membuat keyakinan kelas

F. Dokumentasi Tindakan Aksi Nyata Budaya Positif

Berikut ini adalah beberapa dokumentasi penerapan budaya positif dilingkunga kelas dan sekolah

1. Membuat perencanaan terkait pelaksanaan Aksi Nyata

koordinasi-pa-iwan-637860538c39af2c2b2b7772.jpg
koordinasi-pa-iwan-637860538c39af2c2b2b7772.jpg

Gambar 1. Koordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum -

Dok. pribadi


2. Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah terkait dengan rencana Aksi Nyata

koordinasi-pa-kepala-6378606f4addee560d57a515.jpg
koordinasi-pa-kepala-6378606f4addee560d57a515.jpg

Gambar 2. Koordinasi dengan Kepala Sekolah. Dok. pribadi


3.  Membuat, menyepakati dan meyakini keyakinan kelas

Gambar 3. Menjelaskan Keyakinan Kelas. Dok. pribadi
Gambar 3. Menjelaskan Keyakinan Kelas. Dok. pribadi

Gambar 4. Murid mencurahkan ide. Dok. pribadi
Gambar 4. Murid mencurahkan ide. Dok. pribadi

Gambar 5. Guru mengakomodir ide murid. Dok. pribadi
Gambar 5. Guru mengakomodir ide murid. Dok. pribadi

4.  Melakukan sosialisasi kepada Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru terkait Budaya Positif di Sekolah. Materi yang disampaikan meliputi : Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal. Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi. Keyakinan Kelas, Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas, Lima Posisi Kontrol dan Segitiga Restitusi.

Gambar 6. Menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dok. pribadi
Gambar 6. Menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dok. pribadi

Gambar 7. Pembukaan oleh Kepala Sekolah. Dok. pribadi
Gambar 7. Pembukaan oleh Kepala Sekolah. Dok. pribadi

Gambar 8. Sosialisasi Budaya Positif. Dok. pribadi
Gambar 8. Sosialisasi Budaya Positif. Dok. pribadi

G. Refleksi

Dalam pelaksanaan aksi nyata ini, tentu masih banyak kekurangan dan juga kekeliruan sehingga dibutuhkan suatu refleksi yang berguna untuk melakukan perbaikan-perbaikan sehingga dapat mencapai hasil yang optimal untuk masa yang akan datang. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat saya refleksikan dari kegiatan yang sudah dilakukan :

1. Peristiwa (fact)

Keyakinan kelas yaitu nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati secara tersirat dan tersurat, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama. Keyakinan kelas sangat penting untuk mewujudkan budaya positif di sekolah. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan tertulis tanpa makna. Murid-murid pun demikian, mereka perlu mendengarkan dan memahami arti sesungguhnya tentang peraturan-peraturan yang diberikan, apa nilai-nilai kebajikan dibalik peraturan tersebut, apa tujuan utamanya, dan menjadi tidak tertarik, atau takut sehingga hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan-peraturan yang mengatur mereka tanpa memahami tujuan mulianya.

2. Perasaan (feelings)

Saya merasa semangat dan antusias dalam membentuk keyakinan kelas bersama murid-murid. Ketika melaksanakan aksi nyata modul 1.4 budaya positf ini.

3. Pembelajaran (findings)

Pembelajaran yang saya dapatkan selama melaksanakan aksi nyata budaya positif ini:

a)  Terjadi komunikasi antara saya dengan murid dalam pembentukan keyakinan kelas ini, sehingga saya jadi lebih memahami kebutuhan murid dalam belajar

b) Masih ada beberapa murid yang terlihat ragu dalam mencurahkan pendapatnya dalam membentuk keyakinan kelas

4. Penerapan (future)

Penerapan kedepan yang akan saya lakukan adalah mengawasi dan menuntun anak dalam melaksanakan keyakinan kelasnya secara konsisten dan berkelanjutan

H. Rencana Perbaikan Untuk Implementasi Kedepan

1. Melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat dan seluruh warga sekolah dlam menerapkan keyakinan

2. Melakukan pembiasaan pada awal pertemuan dalam penerapan keyakinan kelas

3. Meninjau kembali keyakinan kelas setiap 3 bulan sekali

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun