Ok. Berarti kita ada surat pemberitahuan resmi dari PLN. Setidaknya ini bisa jadi alasan kuat saat nanti menemui klien sebagai permohonan maaf atas kejadian semalam. Setidaknya kejadian ini tidak 100 persen kelalaian staf hotel meskipun harus tetap ada upaya preventif kedepan.Â
"Chief, kenapa genset tidak segera dinyalakan saat kejadian semalam"
Aku melihat Chief ada rasa takut menyatakan alasan. Aku tahu bahwa ia bertanggung jawab terhadap segala hal teknis di Hotel.Â
"Sampaikan saja kondisi di lapangan. Ini untuk pelajaran bersama agar tidak terjadi hal sama di lain waktu"
"Maaf pak, ternyata stok solar untuk menghidupkan genset kosong sehingga staf saya harus membeli solar terlebih dahulu" Chief berargumen dengan wajah lesu.Â
Ia paham kelalaian ini tidak bisa ditolerir. Namun saat ini mencari pihak patut disalahkan bukan tujuan utama saya. Mencari solusi terbaik harus bisa segera dicari. Setidaknya untuk kasus kemarin.Â
"Rina, catat. Pastikan ketersediaan solar selalu aman. Pastikan genset hotel kondisi berfungsi baik jika suatu saat dibutuhkan"
Rina, sekretaris ku tergolong telaten dalam menulis notulensi rapat. Ia paham betul apa yang ku sampaikan saat setiap rapat mengevaluasi hasil notulen kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan topik yang dibahas.Â
"Siapa yang mendapatkan klien ini? " Tanyaku  pada staf meeting
"Nina, pak" Sales manager segera memberi jawaban
"Nina, bisa ceritakan bagaimana kamu mendapatkan klien ini? "