Padahal ketika butuh buku atau jurnal sebagai referensi tugas maka ada tuntutan untuk mendapatkan informasi terupdate atau setidaknya 5 tahun terakhir.
Kita tahu bahwa harga buku tidak bisa tergolong murah. Apalagi buku yang berkaitan dengan keilmuan tertentu seperti dunia kedokteran, akutansi, farmasi dan sebagainya. Tidak semua lembaga perpustakaan memiliki anggaran cukup untuk membeli buku terbaru.Â
Ini yang menjadi faktor lainnya mengapa perpustakaan mulai ditinggalkan pengunjung. Anggapan bahwa buku yang tersedia kurang update.Â
# Sepinya Peminat Ilmu Perpustakaan
Tidak banyak perguruan tinggi membuka jurusan ilmu perpustakaan untuk mahasiswa yang melamar juga menjadi faktor minimnya SDM yang memiliki kemampuan perpustakaan yang baik.Â
Saya kerap melihat spanduk, brosur atau iklan perguruan tinggi yang membuka berbagai jurusan/program studi. Umumnya kampus membuka jurusan yang dianggap banyak peminat seperti hukum, ekonomi, psikologi, teknik, keperawatan, kedokteran dan sebagainya. Sangat jarang melihat kampus membuka ilmu kepustakaan.Â
Mungkin kurang dari 20 kampus di Indonesia yang menyediakan ilmu kepustakaan seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Diponogoro atau Universitas Airlangga.Â
Sedikitnya lulusan pustakawan mengisyaratkan sepinya minat generasi muda menggeluti keilmuan ini. Bisa jadi pertimbangan prospek kerja terbatas serta mulai berkurangnya jumlah perpustakaan saat ini.Â
Persaingan Ketat dan Kurangnya Kesejahteraan
Ketika ada lowongan kerja yang membutuhkan tenaga pustakawan. Para lulusan pustakawan pun harus bersaing dengan ketat tidak hanya antar sesama rekan sejurusan namun juga dengan pendaftar diluar jurusan. Persaingan ketat ini membuat mereka harus berdarah-darah untuk bisa diterima apalagi saat ini banyak pelamar yang menggunakan jalur orang dalam.Â
Di sisi lain tingkat kesejahteraan pustakawan pun tergolong rendah. Keterbatasan jenjang karir bisa jadi penyebabnya. Contoh sederhana pustakawan yang ada di sekolah sangat kecil bisa naik jabatan sebagai kepala sekolah.Â