Hai, Perkenalkan saya Fia, saya merupakan Mahasiswa semester 1 prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Agama Islam Universitas Pelita Bangsa.
Disini saya berfokus pada judul  ya, Sebenarnya apa dampak kesehatan mental dalam bermedia sosial?
Sebelumnya apa sih media sosial itu?
Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Lalu kesehatan mental itu apa ya?
Kesehatan mental adalah kondisi ketika batin dan watak manusia dalam keadaan normal, tenteram, dan tenang, sehingga dapat menjalankan aktivitas dan menikmati kehidupan sekitar.
Di era digital 4.0 ini sudah tidak asing lagi bermedia sosial dari kalangan pendidikan sd pun sudah menggunakan apalagi dimasa pandemi ini semua serba daring. Tidak jarang yang menggunakan media sosial ini untuk hal positif yang mana itu akan berdampak baik, namun tidak dengan yang menggunakannya untuk hal negatif seperti melakukan penipuan dll yang mana banyak menimbulkan kerugian.
Penggunaan media sosial yang kurang bijak dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan mental Anda. Saat ini, media sosial kerap dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko depresi dan gangguan kecemasan. Kaitan antara depresi dan media sosial tidak hanya seputar tekanan sosial untuk membagikan atau mengikuti berita terkini. Juga pengguna dalam bermedia sosial timbul rasa iri atas pencapaian orang lain sehingga ada yang menyebabkan keinginan untuk bunuh diri dan sebagainya.Â
Disisi lain, ternyata banyak hal positif yang dihasilkan dari bermedia sosial:
1. Sebagai Sarana Untuk Menyebarkan Bantuan
 Seperti orang yang menggalang dana untuk korban banjir, ataupun untuk menginfo kepada warganet ketika kehilang sesuatu seperti dompet, motor, dll.
2. Sebagai Sarana Menemukan Solusi dalam  Masalah Hidup
Meskipun banyak hal negatif yang dihasilkan dari media sosial namun ketika anda mampu bijak dalam menggunakannya maka akan memberikan dampak positif seperti anda dapat menemukan solusi dalam masalah, seperti anda dapat mengikuti akun-akun yang membangun, membaca motivasi, dll.
3. Sebagai Sarana Menyambung Silaturahmi
Dimasa pandemi ini berkumpul dengan keluarga merupakan hal yang tidak mudah, yang mana anda takut membawa virus kepada keluarga. Namun diera digital ini media sosial dapat mempertemukan anda dengan kerabat jauh sekalipun selama anda memiliki kontaknya, walapun hanya virtual namun itu dapat melepas rasa rindu anda kepada keluarga.
Berbagai bukti kaitan antara depresi dan media sosial
Salah satu peneliti studi, Jordyn Young dari Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat, mengemukakan bahwa seseorang yang lebih jarang menggunakan media sosial umumnya cenderung tidak depresi dan tidak kesepian. Ia juga menambahkan, mengurangi penggunaan media sosial dapat menyebabkan terjadinya perbaikan, utamanya dalam hal kualitas kesejahteraan hidup seseorang.
Karena sudah ada hasil studi yang mengemukakan bahwa aktivitas media sosial yang berlebihan dapat mengakibatkan rasa kesepian dan depresi, karenanya Anda diharapkan bersikap bijak dalam hal penggunaannya. Misalnya saat bersama dengan teman-teman atau keluarga, baiknya jangan sibuk memandangi smartphone. Ingat, kebersamaan di dunia nyata jauh lebih membahagiakan ketimbang sibuk melihat berbagai konten unggahan di media sosial.
Memenuhi Tugas Individual Media Sosial
Dosen Pengampu: Sukron Mamun, B.Sc (Hons),. M.Sc
Penulis: Imroatun Nafia
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial
https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI