Mohon tunggu...
Imla Qolbi
Imla Qolbi Mohon Tunggu... Freelancer - Rakyat biasa

Membaca adalah caraku melihat dunia. Menulis adalah caraku mengabadikan peristiwa. Rumah lain di dunia maya ada di https://www.imlaqolbi.my.id/

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Indari Mastuti: 7 Tips Menulis Menjadi Profesi

5 Juli 2022   13:54 Diperbarui: 5 Juli 2022   14:14 137
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Oleh: Imla Qolbi

 

Menulis adalah suatu aktivitas olah pikir, di mana seseorang berusaha menuangkan apa yang dipikirkannya menjadi sebuah tulisan. Terdengar sederhana ya. Siapa sih yang tidak bisa menulis. Sejak dari TK (Taman Kanak-Kanak) juga sudah diajari menulis. Akan tetapi, walau menulis sudah dilakukan sejak dini, ternyata menulis bukanlah sesuatu yang mudah.

Mungkinkah menulis bisa menjadi sebuah profesi? Indari Mastuti, seorang penulis sekaligus pebisnis ini menjawabnya sangat mungkin, asalkan serius. Indari Mastuti sendiri, sebelum mendirikan Indscript Creative, adalah seorang yang suka sekali menulis. Keseriusannya dalam dunia menulis, membuat karirnya semakin naik. Indari Mastuti menjadikan menulis yang awalnya hanya sebuah hobi kini menjadi sebuah profesi.

Namun, hal itu tidaklah didapatkan secara instan. Ada proses jatuh bangun yang dilakukannya bertahun-tahun hingga Indscript Creative bisa menjadi besar. Sekarang Indscript Creative sudah menjadi perusahaan besar yang melayani berbagai jasa copywriting. Dalam meeting-nya, Indari Mastuti membagikan tips tentang bagaimana caranya menjadikan hobi menulis menjadi sebuah profesi dengan penghasilan jutaan sampai puluhan juta perbulan.

  1. Bangun Mimpi

Pertama, harus berani membangun mimpi. Banyak sekali orang di luar sana yang punya hobi menulis, punya keinginan untuk menjadi penulis, tetapi tidak berani bermimpi. Belum apa-apa sudah berpikir, aku bisa tidak ya? Ah, sepertinya aku tidak akan bisa, kemampuan menulisku masih minim, bagaimana mungkin aku bisa menjadi seorang penulis dengan pendapatan jutaan sebulan, sepertinya itu hanya mimpi.

Ini adalah mindset yang keliru, dan menandakan kalau orang tersebut tidak serius. Jika ingin menjadi penulis, maka harus berani bermimpi. Tidak perlu khawatir, kamu bisa mewujudkan impianmu bersama Indscript Creative. Sesuai dengan slogannya, Indscript menjadi sahabatmu mewujudkan mimpi. 

2. Latihan Tanpa Henti

Setelah berani membangun mimpi, jangan biarkan mimpimu mati sendiri. Kamu harus terus memupuk mimpi itu agar semakin tumbuh. Yaitu dengan terus berlatih. Menulis  membutuhkan latihan yang berkelanjutan. Jangan menyerah jika tulisanmu jelek, karena semuanya membutuhkan proses.

Di Indscript Creative, ada kelas ODOA (One Day One Article). Di kelas ini kamu akan dilatih menulis satu artikel setiap hari dengan tema yang sudah ditentukan. Latihan ini sangat baik untuk melatih kemampuanmu dalam mengolah kata. Tidak ada kiat khusus untuk bisa menjadi penulis yang bermutu selain terus berlatih dan berlatih.

3. Cari Celah

Langkah selanjutnya, kamu harus pintar mencari celah. Jika kamu sudah lihai dalam menulis, kamu tidak bisa diam saja menunggu pekerjaan datang. Kamu harus bisa mencari celah, mencari peluang kira-kira di mana kamu akan mendapatkan pekerjaan. Ini penting dalam dunia kepenulisan, karena persaingan dalam dunia kepenulisan sangat luas dan ketat. Kamu tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan menulis saja.e

4. Berani

Selanjutnya adalah berani, maksudnya kamu harus berani untuk mencoba sesuatu yang baru, untuk meningkatkan keahlianmu. Dunia kepenulisan adalah dunia yang luas. Jangan dikira, dunia kepenulisan hanyalah terbatas pada menulis artikel, cerpen atau novel. Tentu tidak demikian. Jika kamu sudah bisa menulis, kamu harus berani naik kelas dengan menjadi editor misalnya. Di Indscript Creative kamu juga bisa naik kelas untuk menjadi editor.

5. Bangun Portofolio

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun