[caption caption="gambar diambil dari yoppycahyadi.blogspot.com"][/caption]Cintapun butuh dikatakan…
Imas Siti Liawati No. 58
Mayang tersenyum lebar saat melihat kedatangan Adrian. Dilambaikan kedua tangan agar cowok itu menyadari keberadaannya yang berada di sudut kanan café. Tempat favoritnya. Sedikit tersembunyi tapi bisa dengan jelas melihat pengunjung yang masuk.
“Sorry… sorry gue telat, May.” Ujar Adrian dengan wajah bersalah. Sembari menarik kursi yang berada di hadapan Mayang, Adrian menjelaskan alasan keterlambatannya. “Macet banget sih! Gara- gara presiden lewat kayaknya.”
“Ck, iye tahu! Nyantai aja kali, Dri!”
Adrian sedikit terkejut. Ia menatap Mayang lekat- lekat. Mayang yang dikenal sedikit bertemperamen. Gampang meledak- ledak. Suka ngambek. Sebelum tiba di sini ia sudah menyiapkan mental menghadapi amukan Mayang. Apalagi mengingat dirinya lah yang menghendaki pertemuan ini, jadi bisa dipastikan kalau Mayang akan marah- marah karena keterlambatannya.
Tapi ini?
“Eh Dri, kok malah bengong?”