Dalam 12 hari sejak 18 Agustus sd 1 September 2017 ia dan temannya berjualan kambing kurban keuntungan yang diperoleh lumayan jauh diatas pendapatan bengkel motor yang digelutinya selama ini. Walaupun demikian ia dan temannya Ican juga harus rela berkorban, yaitu bersedia mengorbankan sedikit waktunya untuk menjaga dan memberi makan hewan kurban milik konsumen yang telah dititipkan kepadanya. " Ini resiko Pak" katanya
"Tetapi semua pengorbanan apapun bentuknya adalah bagian dari profesionalisme" katanya menggurui. Jadi menurutnya, "memberikan kualitas prima kepada pelanggannya dengan menjual hewan kurban yang baik, sehat dan memenuhi syariat juga bisa disebut berkorban", Â berkorban memberikan pelayanan pari purna kepada konsumen sampai dengan hari H di Hari 'Idul Adha, berkorban tepat waktu pembayarannya kepada pemilik Kambing dari Cianjur.
Dan yang paling penting adalah Pak Arip dan Ican ikut juga berkorban dari sebagian pendapatan keuntungannya dibagikan kepada fakir miskin, terutama kepada Yatim dan piatu. Pak Arip dan pak Ican memang sederhana, tetapi mereka berdua mempunyai semangat dan kesadaran bahwa Idul Adha akan menjadi berarti apabila disertai dengan ikut berkorban.
Selamat Idul Adha 1438 H
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI