Mohon tunggu...
I Made Dwija Putra
I Made Dwija Putra Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Blogger

Saya adalah seorang blogger yang memiliki minat besar dalam bidang Hukum, Politik, Teknologi, Olahraga, Kuliner dan Gaya Hidup. Saya menulis blog untuk berbagi informasi, tips, dan pengalaman seputar topik-topik tersebut.

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Artikel Utama

Dilema Penanganan Aset Rampasan Korupsi, Lelang atau Publik?

28 Maret 2023   06:48 Diperbarui: 1 April 2023   07:32 281
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
RUU Perampasan Aset (Kompas.com/Suprianto)

Pemanfaatan aset rampasan korupsi selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan di Indonesia. Setelah aset tersebut berhasil disita oleh penegak hukum, ada dua pilihan utama untuk memanfaatkannya lelang atau publik. Namun, kedua pilihan ini memiliki dilema tersendiri yang perlu dipertimbangkan dengan cermat.

Saya melihat bahwa pilihan pertama, yaitu lelang, memiliki keuntungan yang cukup jelas.

Melalui lelang, aset rampasan korupsi dapat dijual kepada pihak swasta yang bersedia membayar harga tertinggi. Hal ini tentu saja memberikan manfaat finansial bagi negara, karena uang hasil penjualan dapat digunakan untuk kepentingan publik seperti pembangunan infrastruktur atau pembiayaan layanan sosial.

Namun, terdapat kekhawatiran bahwa lelang dapat memberikan kesempatan kepada pelaku korupsi untuk membeli kembali aset yang telah mereka rampas sebelumnya. 

Jika hal ini terjadi, maka pihak yang melakukan korupsi akan berhasil menyembunyikan aset mereka dari jerat hukum dan hal ini dapat memberikan dampak yang buruk bagi sistem hukum di Indonesia.

Sementara itu, pilihan kedua adalah publik. Melalui pilihan ini, aset rampasan korupsi dapat dijadikan sebagai milik publik. Hal ini dapat memberikan dampak positif, karena dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menegakkan hukum dan menghindari praktik korupsi.

Selain itu, publikasi aset rampasan korupsi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti penggunaan kembali aset-aset tersebut untuk kepentingan sosial seperti pembangunan sekolah, rumah sakit, dan sebagainya.

Namun, pilihan publik juga memiliki risiko tersendiri. Terdapat kemungkinan bahwa aset rampasan korupsi tidak akan digunakan secara efektif oleh pemerintah atau masyarakat. Selain itu, terdapat pula kekhawatiran bahwa aset tersebut akan dicuri atau rusak karena kurangnya pengawasan dan perawatan.

Dalam menyelesaikan dilema ini, saya berpendapat bahwa kedua pilihan perlu dipertimbangkan dengan cermat dan berdasarkan kasusnya masing-masing. Pilihan lelang mungkin lebih tepat dalam kasus aset yang bernilai besar atau memiliki potensi besar untuk dijual dengan harga tinggi. 

Di sisi lain, pilihan publik mungkin lebih tepat untuk aset yang memiliki nilai sosial yang besar, seperti tanah untuk taman kota atau bangunan untuk kepentingan masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun